Seorang Penumpang Meninggal, Garuda Ikuti Protokol Kesehatan Covid-19

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
117

Pesawat Garuda Indonesia/Istimewa

Salah satu penumpang warga negara asing (WNA)  berkewarganegaraan Fiji meninggal dunia setelah mengalami sesak napas pada penerbangan charter Garuda Indonesia. Penerbangan tersebut dalam rangka repatriasi 112 orang warga negara Fiji dari New Delhi melalui Batam pada Selasa (30/6) kemarin.

Soal ini, Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya telah melaksanakan  prosedur penanganan penumpang yang meninggal di dalam pesawat sesuai aturan yang berlaku. Termasuk memberikan pertolongan pertama dari awak pesawat berupa pemberian oksigen.

Sebelum terbang, penumpang juga telah melewati prosedur pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negatif Covid -19. Penumpang tersebut dievakuasi ketika pesawat transit di Bandara Hang Nadim Batam. Proses evakuasi pun merujuk prosedur protokol kesehatan yang dijalankan secara menyeluruh dengan koordinasi intensif bersama otoritas kesehatan di Bandara Hang Nadim Batam.

“Sesuai dengan prosedur protokol kesehatan penerbangan, Garuda Indonesia juga telah melaksanakan proses disinfeksi di kabin pesawat sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Irfan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/7).

Baca Juga :   Kadin dan Buddha Tzu Chi Indonesia Galang Dana untuk Wabah Corona

Irfan menambahkan, atas rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 Batam seluruh awak kabin penerbangan menjalankan pemeriksaan kesehatan termasuk pemeriksaan swab di RSKI Pulau Galang dan hasilnya negatif Covid-19.

“Selanjutnya seluruh awak pesawat yang bertugas dalam penerbangan tersebut akan diterbangkan kembali ke Jakarta dan menjalani protokol kesehatan yang diperlukan,” katanya.

Sebagai informasi, penerbangan GA 8820 yang diberangkatkan dari New Delhi pada pukul 21.45 LT pada hari Selasa (30/6) merupakan penerbangan charter dalam rangka repatriasi 112 orang warga Negara Fiji dari New Delhi. Penerbangan GA 8820 kemudian melanjutkan perjalanan dari Batam pada pukul 02.54, Rabu (1/7) dengan pergantian awak pesawat.

Leave a reply