Pegadaian Berhasil Pertahankan Kinerja Kuat Semester I/2020

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
100

Dirut Pegadaian Kuswiyoto/Dok. Pegadaian

PT Pegadaian (Persero) berhasil mempertahankan kinerja yang kuat sepanjang semester I/2020 meski menghadapi tantangan berat dari situasi pandemi Covid-19. Itu terbukti dari nilai aset perusahaan yang meningkat menjadi Rp 68,4 triliun di Juni 2020.

Menurut Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, jumlah itu naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp 56,1 triliun. Sementara liabilitas perusahaan naik 23,5% yoy menjadi Rp 44,2 triliun. Alhasil, ekuitas perusahaan pada Juni 2020 menjadi Rp 24,2 triliun atau naik 19,5% yoy.

Jumlah nasabah, kata Kuswiyoto, juga mengalami peningkatan relatif signifikan dari 11,9 juta nasabah pada Juni 2019 menjadi 13,86 juta nasabah per Juni 2020, naik 26,6% yoy. Perusahaan pun tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19 yang tercermin dari pertumbuhan laba yang tercatat stagnan secara tahunan sebesar Rp 1,5 triliun.

“Laba kita secara yoy relatif sama karena pandemi ini terpaksa kita memberikan kemudahan, pemotongan bunga, dan lainnya,” kata Kuswiyoto saat telekonferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (29/7).

Baca Juga :   Tahun 2019 Kantongi Laba, IPC Waspadai 2020

Situasi sulit tersebut, kata Kuswiyoto, tidak menghambat perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan kepada para nasabah. Tingkat pembiayaan perusahaan berdasarkan total outstanding loans pada Juni 2020 ini mengalami peningkatan 21,3% yoy menjadi Rp 54 triliun. Sementara omzet perusahaan juga naik 18,8% yoy menjadi Rp 80 triliun.

“Ini salah satu sumbangan kita untuk perekonomian nasional kita sangat mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN), makanya kita di mana-mana, di seluruh wilayah, dan seluruh cabang kita dorong, kita ekspansi, karena pegadaian masih diharapkan masyarakat untuk menunjang kehidupan dan usaha mereka,” kata Kuswiyoto.

Kendati rasio kredit macet (NPL) perusahaan mengalami kenaikan karena restrukturisasi, menurut Kuswiyoto, tingkat NPL perusahaan per Juni masih relatif rendah yakni 2,37%. Kenaikan NPL tersebut telah dilindungi dengan pencadangan yang cukup oleh perusahaan sehingga diharapkan apabila kredit tersebut tidak terealisasi, maka tidak akan mengganggu kineja keuangan secara signifikan.

“Kita banyak membentuk cadangan piutang karena NPL kita mengalami kenaikan, sehingga kita tidak khawatir. NPL akan naik tapi kita berhasil cadangkan sehingga jika terjadi apa-apa, Pegadaian sudah mempersiapkan diri terhadap yang terburuk,” kata Kuswiyoto.

Baca Juga :   Dikunjungi Ratu Belanda, TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Jamin Keamanan Bagi Turis

Kondisi keuangan perusahaan, kata Kuswiyoto, masih sehat sehingga masih dapat memperoleh pembiayaan untuk melakukan ekspansi. Dengan credit rating AAA, dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) di posisi 1,8 kali memungkinkan perusahaan untuk menghimpun pinjaman lebih dari Rp 200 triliun untuk kebutuhan ekspansi pembiayaan ataupun sebagai modal investasi.

Leave a reply