Menkomdigi Kecam Tentara Israel yang Menahan 3 Jurnalis Asal Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan Keynote Speech acara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 di Hotel Aston Serang, Banten/Dok. Komdigi
Jurnalis dari Indonesia yang ikut rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dicegat dan ditahan militer Israel di perairan Mediterania Timur. Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi), Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.
Sejumlah jurnalis Indonesia yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” kata Menkomdigi Meutya dalam keterangannya.
Menkomdigi menyatakan pihaknya mendukung langkah diplomatik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan tersebut.
Meutya Hafid menyampaikan bahwa jurnalis hadir untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik dunia. Oleh karena itu, kerja jurnalistik perlu dihormati dan diberikan ruang aman, terlebih dalam situasi krisis kemanusiaan.