Pusat R&D Astra Agro Lahirkan Bibit Unggul Sawit dan Pupuk Ramah Lingkungan

0
83
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Astra Agro Lestari memiliki pusat riset dan pengembangan (R&D), untuk berinovasi memperkuat daya saing sekaligus menjawab tantangan ke depan. Pusat riset dan pengembangan itu telah melahirkan bibit unggul untuk tanaman kelapa sawit, dan pupuk hayati.

Senior Vice President Research and Development Astra Agro Lestari Cahyo Wibowo mengatakan, kegiatan riset merupakan bagian integral dari implementasi visi dan misi Astra Agro. Sejak berdiri, Astra Agro telah menanamkan semangat untuk menjadikan perusahaan sebagai yang paling produktif, dan inovatif di dunia

“Sejak awal berdirinya, Astra Agro telah menanamkan semangat untuk menjadikan perusahaan sebagai yang paling produktif, dan inovatif di dunia. Karena itu, investasi jangka panjang melalui riset menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan,” kata Cahyo di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Cahyo menambahkan salah satu fokus riset utama Astra Agro yakni pengembangan biokontrol, sebagai solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan hama, dan penyakit tanaman.

Cahyo menjelaskan biokontrol memanfaatkan musuh alami mikroba, atau produk turunannya untuk menekan populasi hama, dan penyakit tanpa ketergantungan pada pestisida sintetis.

Baca Juga :   GAPKI Optimistis Tahun Ini Industri Sawit Tumbuh Lebih Baik dari Tahun Lalu

“Sejak R&D kami berdiri pada 2008, pengembangan biokontrol telah menjadi salah satu pilar utama. Upaya ini bukan hanya mengurangi polusi lingkungan dan risiko kesehatan, tetapi juga memperkaya keanekaragaman hayati, serta mendukung climate-smart agriculture,” tambahnya.

Dalam mengembangkan inovasi, Cahyo menyebutkan, pihaknya pun menghadapi tantangan, terlebih saat tujuan akhirnya untuk mendukung kepentingan nasional, agar industri kelapa sawit dapat menopang perekonomian Indonesia.

Kendati demikian, Cahyo mengatakan, pihaknya meyakini kunci utama keberhasilan riset dan pengembangan terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Atas dasar itu, Cahyo mengatakan, Astra Agro terus berinvestasi secara konsisten dalam peningkatan kompetensi dan kapasitas SDM di seluruh lini organisasi.

Dengan keyakinan itu, Cahyo menambahkan, Astra Agro berhasil mengembangkan pupuk hayati Astra Efficient Microbe (Astemic) pada 2013, yang merupakan hasil pemanfaatan mikroba dari kebun-kebun Astra Agro. Kemudian pada 2020, Astra Agro meluncurkan 3 varietas unggul kelapa sawit hasil pengembangan internal. Adapun 3 varietas itu antara lain, AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala.

Baca Juga :   Ketua DPR Sentil Kemendag karena Baru Salurkan Minyak Goreng Kemasan Sederhana

Cahyo menyebutkan, ketiga jenis kelapa sawit itu dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan produktivitas tanpa perluasan lahan tanam. 5 tahun berselang, Cahyo menuturkan, Astra Agro kembali melepas bibit terbaru bernama DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, DxP AAL Sejahtera MRG. Ketiga varietas itu memiliki keunggulan yang tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang, yang menjadi ancaman utama perkebunan kelapa sawit, atau biasa disebut penyakit ganoderma.

Selain tahan terhadap penyakit, kata Cahyo, varietas itu juga dirancang untuk mencegah partenokrapi, sehingga kualitas buah tetap terjaga. Dengan kombinasi produktivitas tinggi, ketahanan penyakit, dan efisiensi, Astra Agro berharap varietas itu menjadi solusi bagi industri sawit nasional, dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

“Demikian juga pemanfaatan biokontrol dan benih unggul bermutu sangat diharapkan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu kelapa sawit dan olahannya,” ujar Cahyo.

Leave a reply

Iconomics