Defend ID Kantongi Pendapatan Rp19,7 Triliun di Tahun 2022

0
459
Reporter: Maria Alexandra Fedho

Holding Industri Pertahanan Defend ID menyampaikan realisasi pendapatan pada tahun 2022 kepada Komisi VI DPR saat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Direktur Holding Defend ID sekaligus Direktur Utama Len Industri Bobby Rasyidin menjelaskan porsi pendapatan dari lini produk pertahanan lebih besar bila dibandingkan dengan yang non pertahanan.

Realisasi pendapatan pertahanan mencapai Rp9,94 triliun pada tahun 2022 atau 50,5% dari seluruh pendapatan. Sedangkan dari non pertahanan mencapai Rp9,76 triliun atau sekitar 49,5%.

Ia juga menjelaskan pendapatan Len Industri di produk defense electronics mencapai Rp1,35 triliun. Capaian tersebut naik 36,9% dibanding tahun 2021. Pada senjata, amunisi, kendaraan khusus mencapai Rp3,9 triliun. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebanyak 27,7% dibanding tahun 2021.

Pendapatan dari produk kapal perang mencapai Rp2,24 triliun, pendapatan tersebut naik sebanyak 39,8% dibandingkan 2021. Pendapatan dari defense related sekitar Rp70 miliar atau naik 7,5% dibandingkan tahun 2021. Namun produk pesawat terbang dan helikopter hanya mencapai Rp2,36 triliun atau mengalami penurunan sebanyak 5% dibanding tahun 2021.

Baca Juga :   2 Tahun Beroperasi, LinkAja Akui Telah Sediakan Ekosistem Secara Komprehensif

Di sektor non pertahanan berupa railway signaling, renewable energy, ICT, maupun sistem navigasi mengantongi pendapatan sebesar Rp3,41 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah 10,2% dibanding 2021. Pendapatan pada alat berat, mining service maupun infrastruktur sebanyak Rp2,44 triliun sedangkan rekayasa umum atau harkan mencapai Rp300 miliar. Pendapatan dari explosive manufacturing, drilling and blasting related service mencapai Rp3,31 triliun atau lebih tinggi 74,8% dari 2021. Adapun pendapatan dari engineering service, aerostructure, product support service sebanyak Rp310 miliar yang mengalami penurunan 23,9% di tahun 2021.

Bobby juga mengungkapkan target Defend ID yang ingin menjadi Top 50 Global Defence Company.

“Inisiatif strategis Defend ID untuk mewujudkan Top 50 Global Defence Company itu terdapat 6 strategi yang akan dijalankan untuk meningkatkan kapabilitas,” jelas Bobby dalam RDP  pada 25 Januari 2023.

Enam strateginya meliputi pengembangan bisnis, penguasaan teknologi, perbaikan keuangan, human capital excellence, operation excellence, dan information technology.

Leave a reply

Iconomics