Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025, Triwulan IV Catat Pertumbuhan Tertinggi Pascapandemi

0
66

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh solid sepanjang tahun 2025. Secara kumulatif, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga, investasi, serta menguatnya sejumlah sektor utama seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pada Triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,39 persen secara year-on-year (yoy), yang menjadi pertumbuhan triwulanan IV tertinggi sejak pandemi COVID-19.

“Ekonomi Indonesia, berdasarkan besaran PDB pada Triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp6.147,2 triliun atas dasar harga konstan Rp3.474,5 triliun. Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan IV 2025 bila dibandingkan dengan Triwulan IV 2024 atau secara year-on-year mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2).

Kinerja Triwulan IV 2025

Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor mencatat pertumbuhan positif pada Triwulan IV 2025, kecuali pertambangan. Lima sektor utama, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan menyumbang 63,09 persen terhadap PDB.

Sektor dengan pertumbuhan tertinggi antara lain transportasi dan pergudangan, yang terdorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru serta kebijakan stimulus diskon tarif angkutan. Selain itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,09 persen, seiring meningkatnya aktivitas pengguna internet dan trafik data operator seluler.

Baca Juga :   CEO SIRCLO Group: Tahun 2023 Cukup Menjanjikan, Tetapi Pelaku Bisnis Tetap Waspada

Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar pada Triwulan IV 2025 dengan kontribusi 1,10 persen, diikuti perdagangan sebesar 0,79 persen, informasi dan komunikasi 0,55 persen, serta pertanian 0,51 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi 53,63 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,11 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menyusul dengan kontribusi 30,02 persen dan pertumbuhan 6,12 persen.

Secara sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga menyumbang 2,68 persen, PMTB 1,96 persen, dan konsumsi pemerintah 0,43 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025.

Pertumbuhan Ekonomi Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia mencatat PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif, kecuali sektor pertambangan.

Sektor-sektor utama, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan, menyumbang 63,92 persen terhadap PDB nasional. Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07 persen, tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tahunan tertinggi adalah jasa perusahaan yang tumbuh 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,78 persen, didorong oleh meningkatnya aktivitas rekreasi, perjalanan wisata, dan penyelenggaraan berbagai event nasional maupun internasional.

Secara rinci, industri makanan dan minuman tumbuh 6,39 persen, didorong oleh peningkatan produksi beras, CPO, dan turunannya. Industri logam dasar tumbuh tinggi sebesar 15,71 persen seiring kuatnya permintaan ekspor, sementara industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,35 persen.

Baca Juga :   Awal Tahun, Inflasi Tahunan Tinggi, Meski Secara Bulanan Terjadi Deflasi

Di sektor pertanian, tanaman pangan tumbuh 9,94 persen berkat peningkatan produksi padi dan jagung, sedangkan subsektor peternakan tumbuh 7,78 persen, ditopang oleh produksi telur dan daging ayam ras.

Dari sisi pengeluaran sepanjang 2025, seluruh komponen mencatat pertumbuhan positif. Konsumsi rumah tangga tetap mendominasi dengan kontribusi 53,88 persen terhadap PDB dan tumbuh 4,98 persen.

PMTB tumbuh 5,09 persen dengan kontribusi 28,77 persen, sejalan dengan meningkatnya impor barang modal, belanja pemerintah untuk peralatan mesin, serta realisasi investasi yang meningkat 12,66 persen.

Komponen dengan pertumbuhan tertinggi adalah ekspor, yang tumbuh 7,03 persen, baik dari barang nonmigas maupun jasa, didorong oleh meningkatnya ekspor CPO, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Nasional

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Pulau Jawa tetap menjadi kontributor terbesar dengan andil 56,93 persen terhadap PDB, diikuti Sumatera 22,22 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional di mana wilayah Pulau Jawa tumbuh sebesar 5,30 persen dan wilayah Pulau Sulawesi tumbuh sebesar 6,23 persen,” ujar Amalia.

Baca Juga :   BPS: Inflasi Agustus 2019 Tercatat 0,12 Persen

Sumber pertumbuhan utama ekonomi Pulau Sumatera berasal dari industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan. Provinsi yang memberikan andil pertumbuhan ekonomi terbesar di wilayah ini adalah Sumatera Utara dengan kontribusi sebesar 1,05 persen.

Sementara itu, perekonomian Pulau Jawa terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, serta sektor informasi dan komunikasi (infokom). DKI Jakarta menjadi provinsi dengan andil pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa, yakni sebesar 1,46 persen.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, sumber pertumbuhan utama berasal dari industri pengolahan, sektor akomodasi dan makan minum, serta perdagangan. Provinsi Bali mencatatkan andil pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ini dengan kontribusi mencapai 2,75 persen.

Adapun di Pulau Kalimantan, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Kondisi serupa juga terjadi di Pulau Sulawesi, yang pertumbuhan ekonominya ditopang oleh kombinasi sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

Di kawasan Maluku dan Papua, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama, yang kemudian diikuti oleh sektor pertambangan dan perdagangan. Provinsi Maluku Utara tercatat sebagai penyumbang andil pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ini dengan kontribusi sebesar 5,33 persen.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics