Gapki Perkirakan Ekspor Sawit Indonesia Akan Turun Lebih dari 4% di 2024, Begini Penjelasannya

0
87
Reporter: Rommy Yudhistira

Sawit

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi penurunan ekspor sawit hingga lebih dari 4% di tahun 2024. Pasalnya, peningkatan produksi kelapa sawit Indonesia diperkirakan hanya mencapai 5%.

Di sisi lain, kata Ketua Umum Gapki Eddy Martono, jika mandatori B35 diperpanjang, maka kebutuhan sawit dalam negeri akan mencapai 25 juta ton. “Dengan demikian, Maka ekspor kelapa sawit di tahun 2024 akan berkurang 4,13% atau hanya sekitar 29 juta ton”,” kata Eddy dalam Pakistan Edible Oil Conference di Karachi, Pakistan, Minggu (14/1) kemarin.

Sementara itu, Ketua Bidang Luar Negeri Gapki Fadhil Hasan mengatakan, selain program mandatori biodiesel, peningkatan konsumsi yang terjadi pada produk oleochemical, juga akan menyebabkan penurunan ekspor. Penurunan tersebut telah terjadi sejak 2020, khususnya di negara tujuan ekspor seperti Tiongkok, India, Uni Eropa, Pakistan, dan Amerika Serikat.

“Periode 2005-2010 terjadi penurunan produksi sebesar 10% , lalu 2010-2015 turun 7,4%, kemudian periode 2015-2020 turun 3,2% dan seterusnya stagnan.” kata Fadhil.

Sedangkan Global Research Analyst Thomas Mielke menuturkan, penurunan produksi kelapa sawit akan membawa pengaruh di tingkat pasar global. Meski demikian, industri kelapa sawit Indonesia tetap mendominasi dengan persentase 32% produksi minyak nabati dan 54% ekspor di pasar global.

Baca Juga :   SPKS-Nissin Foods Holdings Kerja Sama Bangun Pilot Project agar Petani Kecil Masuk Industri Jepang

“Peningkatan produksi kelapa sawit dalam setahun hanya sekitar 1,7 juta ton atau bahkan kurang. Jumlah ini jauh lebih rendah dari biasanya yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir sejak 2020 yakni 2,9 juta ton,” ujar Thomas.

Rendahnya produksi sawit global, kata Thomas, disebabkan turunnya produksi sawit di Indonesia. Di sisi lain, adanya El Nino atau gelombang panas ekstrem di berbagai belahan dunia di akhir tahun 2023, juga membawa pengaruh terhadap penurunan tersebut walau tidak lebih signifikan dibandingkan penurunan produksi kelapa sawit di Indonesia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics