Kemenko Perekonomian Dorong Industri Tekstil Berorientasi Visi Berkelanjutan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) bergerak menuju produk-produk bernilai tambah tinggi atau produk TPT yang berorientasi pada visi berkelanjutan.
“Kita memahami bahwa industri tekstil dan pakaian jadi saat ini dihadapkan pada dinamika dan tantangan yang sangat-sangat kompleks. Sektor ini secara konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional, sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja yang substansial. Namun, kondisi terkini menuntut adanya structural reform yang mendesak,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin saat membuka Forum Diskusi bertema “Strategi Pengembangan Ekosistem Tekstil dan Pakaian Jadi di Indonesia” yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (17/07/2025).
Meskipun berkontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja, kinerja industri TPT menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Pada sisi lain, sektor ini juga menghadapi sejumlah tantangan berupa penurunan daya saing, ketergantungan tinggi pada impor bahan baku dan produk jadi, menurunnya tingkat utilisasi pabrik, hingga gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Lebih lanjut dalam konteks global, dinamika geopolitik dan perang dagang turut memberikan tekanan tambahan terhadap kinerja sektor ini.
Rudy menyampaikan bahwa Pemerintah akan memprioritaskan kebijakan berbasis peningkatan nilai tambah. Pengembangan industri TPT akan diarahkan pada penguatan struktur industri dari hulu hingga hilir, akselerasi inovasi dan adopsi teknologi, serta penciptaan sumber daya manusia yang kompeten.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan produk-produk dasar, kita harus bergerak menuju produk-produk bernilai tambah tinggi atau produk TPT yang berorientasi pada visi berkelanjutan,” kata Rudy.
Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan dari asosiasi menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta integrasi rantai pasok hulu-hilir untuk meningkatkan daya saing industri TPT nasional. Selain itu juga ditegaskan bahwa inovasi memegang peranan kunci dalam peningkatan ekspor, namun perlindungan pasar domestik tetap krusial mengingat industri TPT merupakan industri padat karya.