KPC-PEN: Kompensasi Kontraksi 2020, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tidak Cukup Hanya 5%

0
388

Indonesia harus bekerja keras untuk mengembalikan kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi pada tahun 2020 lalu. Selain beradaptasi dengan kondisi pandemi yang akan berubah menjadi endemi, reformasi struktural juga dilakukan.

Raden Pardede, Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengatakan pemerintah dan segenap elemen masyarakat harus bekerja lebih keras lagi, tidak bisa business as usual untuk mewujudkan Indonesia tangguh dan Indonesia yang tumbuh berkelanjutan.

Menurutnya, dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak cukup hanya 5%.  Kalau hanya business as usual, maka pertumbuhan ekonomi yang dicapai kedepan hanya 3,7% hingga 5,3%. Artinya, ini belum bisa mengkompensasi kontraksi pada tahun 2020 lalu.

“Kita tidak cukup hanya bertumbuh 5%, tidak cukup biasa saja, perlu reformasi struktural, perlu peningkatan daya saing investasi dan ekpsor. Reformasi struktural mencakup reformasi di bidang pendidikan, sistem kesehatan, perlinsos [perlindungan sosial] sepanjang hayat, juga perbaikan infrastrktur dan teknologi,” ujar Raden dalam dialog Bisnis Indonesia Eximbank, Kamis (2/9) secara virtual.

Baca Juga :   Arsjad Rasjid Sebut "3G" untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Setelah mengalami pertumbuhan sekitar 7% pada triwulan kedua lalu, ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga 2021 ini diperkirakan akan tumbuh lebih rendah tetapi tetap positif.

Kebijakan PPKM sebagai respons atas kenaikan kasus positif Covid-19 akibat varian delta sejak pertengahan Juni lalu membuat laju pertumbuhan yang sudah tinggi pada triwulan kedua akan mengalami perlambatan pada triwulan ketiga.

Tetapi, Rade mengatakan ada harapan kondisi ekonomi perlahan-lahan kembali membaik sejalan dengan menurunnya kasus Covid-19. “Seperti yang ditunjukan oleh Mandiri Spending Index yang dilakukan oleh Mandiri Institute. Indeks nilai belanja sempat turun pada saat kita memberlakukan PPKM darurat untuk merespons varian delata waktu itu. Tetapi kemudian mulai menggeliat di minggu kedua, minggu ketiga di bulan Agustus. Kalau ini berlanjut terus, kita turunkan terus kasus [Covid-19] dan kemudian kepercayaan pulih, maka kita harapkan pola inilah yang mungkin kita coba teruskan sehingga kita kembali rebound nanti di kuartal ke-4,” ujarnya.

Raden mengatakan saat ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia telah menurun. Artinya ada perbaikan di dalam penanganan Covi-19. Pada saat yang sama, perkembangan vaksinasi Covid-19 juga sudah melewati 100 juta dosis yang terdiri dari dosis pertama 63 juta dan dosis kedua 36 juta dan dosis ketiga untuk tenaga kesehatan 641.000.

Baca Juga :   Ekonomi Tumbuh Tinggi, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Terus Berlanjut

Beberapa bulan kedepan pasokan vaksin juga semakin bertambah. Raden mengatakan selama Agustus ada 53 juta dosis dan September akan ada 80 juta dosis yang diterima Indonesia.

“Jadi kita punya vaksin yang cukup besar dalam tiga bulan ke depan ini sehingga kita harapkan kita bisa mengintensifikasi vaksinasi dan dengan demikian kita akan mengurangi risiko orang masuk rumah sakit atau risko kematian,” ujarnya.

Vaksinasi, jelasnya, sangat penting karena pandemi ini akan menjadi endemi. Artinya, masyarakat harus siap-siap untuk hidup berdampingan dengan virus Covid-19 ini dengan tetap menjaga agar penularannya terkendali dan tingkat fatalitas yang rendah.

“Respon kedepan yang kita buatkan ini di dalam mempersiapkan kita dari pandemi ke endemi adalah vaksinasi. Kita akan fokus kepada lansia dan komorbid yang tingkat kematiannya tinggi. Kemudian harus ada paspor vaksin supaya ada skriningnya. Kemudian prokes. Ini yang harus dilakukan oleh setiap kita, setiap orang. Pada saat yang sama pemerintah harus menyiapkan sistem kesehatan yang baik, obat-obatan, alkes, fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :   Menko Airlangga: Prospek Ekonomi 2022 Optimistis, Tapi Tetap Waspada Covid-19

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics