Kuartal Pertama 2023, BRI Raup Laba Bersih Rp15,56 Triliun, Tumbuh 27,37% YoY

0
334

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan anak usahanya, melanjutkan kinerja keuangan yang tumbuh signifikan selama tiga bulan pertama tahun 2023, di tengah gejolak perekonomian global dan bangkrutnya sejumlah bank di negara maju.

Kinerja positif BRI Group tidak lepas dari komitmennya untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan dengan fokus pada segmen UMKM yang telah menjadi fondasi pertumbuhan bisnis perusahaan selama lebih dari 127 tahun.

“Hingga akhir kuartal satu 2023, BRI Group berhasil mencetak laba sebesar Rp15,56 triliun atau tumbuh 27,37% secara tahunan. Dari sisi aset BRI Group mencatatan pertumbuhan aset sebesar 10,6% year on year (YoY) menjadi Rp1.822,97 triliun. Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen BRI yang mampu menciptakan value secara konsisten dengan fokus tumbuh pada segmen UMKM dengan pengelolaan risk management yang baik. Di samping itu, BRI juga terus melanjutkan transformasi digital untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi serta meningkatkan layanan kepada para nasabah,” beber Direktur Utama BRI, Sunarso pada konferensi pers, Kamis (27/4).

Baca Juga :   Bank Raya Gandeng Asparindo Melayani Pedagang Pasar Lewat Digital Saving dan Loan

Dari sisi penyaluran kredit, seluruh segmen kredit BRI tercatat tumbuh positif dengan kontribusi terbesar masih berasal dari segmen mikro yang tumbuh 11,18%, sehingga total kredit dan pembiayaan BRI Group menjadi sebebesar Rp1.180,12 triliun. Khusus untuk segmen UMKM, porsinya telah mencapai 83,86% dari total kredit BRI atau setara dengan Rp989,64 triliun.

Kemampuan dalam menyalurkan kredit ini diimbangi dengan pengelolaan manajemen risiko yang prudent (hati-hati). Hal tersebut terlihat dari rasio Non Performing Loan (NPL) pada akhir kuartal satu 2023 sebesar 2,86% atau membaik jika dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu yang  sebesar 3,09%. Rasio NPL yang membaik ini membuat credit cost BRI juga membaik dari 2,78% pada kuartal satu 2022, menjadi 2,39% pada kuartal satu 2023.

Meskipun kualitas kredit membaik, BRI tetap menyedikan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio mencapai 282,49%. Hal ini merupakan langkah antisipatif dan juga upaya mitigasi risiko menghadapi ketidakpastian perekonomian global dan juga menghadapi risiko akibat kenaikan inflasi dan suku bunga, serta antisipasi menghadapi risiko apabila terjadi perlambatan ekonomi global.

Baca Juga :   BRI Minta Kelonggaran, OJK Masih Ogah Menaikkan Ketentuan BMPK

Terkait dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga akhir Maret 2023, BRI mampu menghimpun dana masyarakat sebesar Rp1.255,45 triliun atau tumbuh 11,45% year on year, dengan penopang utama pertumbuhan adalah dana murah atau CASA yang tumbuh secara impresif yaitu 13,01% year on year menjadi Rp810,09 triliun. Rasio CASA BRI pun meningkat menjadi 64,53%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 63,63%.

Sunarso mengatakan peningkatan CASA ini didukung oleh strategi BRI dalam meningkatkan transaksi nasabah, baik di segemen mikro, ritel, maupun wholesale. Pada segmen mikro dan ritel penghimpunan CASA diantaranya didukung oleh optimalisasi transaksi melalui agen BRIlink, super apps BRImo dan juga digital payment platform BRIAPI.

Sementara itu, penghipunan dana murah di segmen wholesale dioptimalkan melalui pengembangan platform digital payment terintegrasi Qlola. Platform Qlola menyediakan akses menyeluruh terhadap layanan wholesale banking seperti layanan cash management, trade finance, supply chain management, foreign exchange, investment service, dan juga financial dashboard.

Transaksi-transaksi, baik di ritel maupun wholesale tersebut mendongkrak fee base income atau pendapatan berbasis komisi BRI, yang mampu tumbuh 11,45% year on year atau mencapai Rp5,08 triliun selama tiga bulan.

Baca Juga :   Dapat Restrukturisasi Hutang dari 5 Bank, Inilah Pesan Menteri Erick kepada Waskita

“Pencapaian fee base income tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah agen BRIlink yang per Maret 2023 telah mencapai 650 ribu agen dengan total nilai transaksi mencapai Rp325,65 triliun. Kemudian juga ada kenaikan transaksi di BRImo yang mengalami kenaikan sebesar 99,07% secara year on year dengan total nilai transaksi mencapai Rp884 triliun selama tiga bulan dan jumlah pengguna BRImo sekarang sudah mencapai lebih dari 26,3 juta user sampai akhir periode kuartal satu 2023,” ungkap Sunarso.

Leave a reply

Iconomics