Pertalife Insurance Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah

0
17
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Perta Life Insurance (Pertalife Insurance) mencetak kinerja keuangan tertinggi sepanjang sejarah. Dari sisi laba bersih, Pertalife Insurance mampu mencapai Rp 96,14 miliar pada 2023 atau naik 32,61% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 72,49 miliar.

Direktur Utama Pertalife Insurance Hanindio W. Hadi menuturkan, meski perekonomian global dan nasional mengalami dinamika, pihaknya berupaya membuktikan ketangguhan perusahaan melalui serangkaian pencapaian saat ini. “Tahun 2023 menjadi salah satu milestone bagi Pertalife Insurance, sebagai periode penuh tantangan yang ditutup dengan hasil menggembirakan. Tentunya melalui dukungan yang luar biasa dari seluruh stakeholders termasuk Pertamina sebagai pendiri,” kata Hanindio dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (14/5) kemarin.

Dalam 3 tahun terakhir, kata Hanindio, Pertalife Insurance telah menjalankan transformasi secara berkelanjutan dengan membenahi sumber daya manusia (SDM). Juga membenahi produk melalui pemasaran yang fokus pada profitable products.

“Didukung pembenahan proses bisnis dengan men-develop end-to-end system prosedur agar lebih akuntabel, efektif, dan efisien,” ujar Hanindio.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Investasi Pertalife Insurance Yuzran Bustamar menambahkan, perolehan laba tersebut ditopang dari pertumbuhan pendapatan premi sebesar 31,49% menjadi Rp 902,72 miliar. Kemudian, pendapatan investasi 53,87% sebesar Rp 153,81 miliar, dan imbal jasa dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) 6,82% sebesar Rp 22,39 miliar.

Baca Juga :   Laba Sudah Rp1,7 Triliun, Simak Langkah-langkah bank bjb Hingga Tutup Tahun 2023

Secara keseluruhan, kata Yuzran, kinerja keuangan perusahaan sepanjang 2023, mampu menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dengan posisi keuangan yang baik. Buktinya beberapa rasio keuangan berada di atas ketentuan minimum yang berlaku.

“Pada 2023, risk based capital (RBC) tercatat sebesar 303,12%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 276,92%, dan masih jauh di atas ketentuan minimum POJK No. 5 Tahun 2023 sebesar 120%,” kata Yuzran.

Sedangkan Direktur Pemasaran Pertalife Insurance Haris Anwar mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan layanan prima untuk meningkatkan kepuasan nasabah, dan memberikan dampak kenyamanan bagi pemegang polis. Hal itu dilakukan untuk membangun keberlanjutan bisnis perusahaan, dan untuk memperluas penetrasi pasar.

“Iklim usaha nasional yang dipenuhi dengan berbagai tantangan, tidak menyurutkan kinerja usaha Pertalife Insurance untuk terus bergerak positif dan optimistis, serta mampu menciptakan kinerja lebih baik pada 2024. Parameternya dapat dilihat dari kinerja keuangan Pertalife Insurance yang rata-rata tumbuh di atas industri,” kata Haris.

Leave a reply

Iconomics