Bank Mandiri Kunjungi PLTGU Muara Tawar, Dukung Transisi Energi dan Pasar Karbon 

0
48

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) berkomitmen mendukung transisi energi di Indonesia. Dukungan itu, tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga dengan aktif berpartisipasi dalam pengembangan ekosistem karbon di Indonesia. 

Komitmen itu ditegaskan oleh Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan di sela-sela kunjungannya ke Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar milik PT PLN Nusantara Power (PLN NP) pada Jumat (10/4) lalu. 

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN NP, Teguh Widhi Harsono, bersama jajaran manajemen dari kedua belah pihak. 

Dalam agenda ini, rombongan meninjau langsung peran strategis UP Muara Tawar dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya saat menghadapi beban puncak. 

Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana pembangkit tersebut berperan dalam menstabilkan pasokan listrik di tengah fluktuasi energi baru terbarukan (EBT), yang semakin menjadi bagian penting dalam bauran energi nasional.

Dalam konteks transisi energi, pembangkit seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar dibutuhkan untuk membantu menjaga stabilitas sistem, sehingga pengembangan EBT dapat berjalan dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

Baca Juga :   Dukung UMKM Go Digital, Bank Mandiri Teken Kerjasama Dengan Batumbu

“Peningkatan porsi energi baru terbarukan membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menjaga keandalan sistem. Dalam hal ini, PLTGU Muara Tawar memiliki peran penting karena mampu merespons perubahan beban dan fluktuasi pasokan listrik dengan cepat,” ujar Henry. 

Selain memastikan keandalan operasional pembangkit serta optimalisasi efisiensi energi yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan emisi, kunjungan ini juga terkait dengan langkah Bank Mandiri dalam mendukung pengurangan emisi sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero Emission operasional (Scope 1 dan 2) di 2030. 

Salah satu pendekatan yang dijalankan adalah inisiatif carbon offset, termasuk melalui pembelian unit karbon yang terverifikasi. Pendekatan ini menjadi salah satu opsi yang feasible untuk mendukung target tersebut, sekaligus sejalan dengan arah perkembangan regulasi dan pasar karbon di Indonesia. 

Pada Januari 2025, dalam momentum peluncuran Bursa Karbon Internasional Indonesia (IDXCarbon), Bank Mandiri membeli sebanyak 5.000 tCO₂e unit karbon dari proyek Konversi Pembangkit Single Cycle menjadi Combined Cycle Blok 2 PLN NP UP Muara Tawar milik PLN NP. Proyek ini meningkatkan efisiensi pembangkit listrik dengan mengolah kembali panas yang sebelumnya terbuang menjadi tambahan energi listrik. Unit karbon dari proyek tersebut telah divalidasi dan diverifikasi oleh pihak ketiga. 

Baca Juga :   Jadwal dan Agenda RUPST Bank-bank BUMN

Pembelian unit karbon ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri tidak hanya mendukung transisi energi melalui pembiayaan, tetapi juga terlibat secara aktif di IDXCarbon, serta mendorong pasar karbon di Indonesia, termasuk pengembangan voluntary carbon market yang semakin relevan. 

Pembelian unit karbon dari proyek PLN NP juga mencerminkan dukungan Bank Mandiri terhadap proyek pengurangan emisi milik nasabah utama. PLN NP (PLN Group) sendiri merupakan debitur Corporate Banking 8 Group dan prime client Bank Mandiri. Dengan demikian, dukungan Bank Mandiri hadir tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga melalui keterlibatan pada proyek dekarbonisasi yang dijalankan oleh nasabah utama. 

“Bank Mandiri mendukung transisi energi tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga melalui partisipasi dalam ekosistem karbon yang sedang berkembang di Indonesia. Kami melihat ini sebagai bagian dari upaya untuk mendukung target dekarbonisasi nasional secara bertahap dan terukur,” kata Henry.

Leave a reply

Iconomics