Cerita Galumbang Simanjuntak soal Uang Rp 27 M Diserahkan ke Menpora Dito di Kasus BTS 4G

0
243
Reporter: Kristian Ginting

Sejumlah orang baik terdakwa maupun saksi dalam kasus korupsi BTS 4G Kominfo memastikan ada aliran uang kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo untuk mengamankan kasus di Kejaksaan Agung (Kejagung). Jumlahnya disebut mencapai sekitar Rp 27 miliar.

Setelah kesaksian Irwan Hermawan (terdakwa kasus BTS 4G) yang merupakan Komisaris PT Solitech Media Synergy dan Windi Purnama (tersangka kasus BTS 4G), yang merupakan orang dekat Irwan, pada persidangan Selasa (3/10) kemarin, giliran Galumbang Menak Simanjuntak (mantan Direktur Utama PT Moratelindo) yang mengakui Dito menerima dana senilai Rp 27 miliar.

Meski demikian, kata Galumbang, pihaknya tidak ikut menyerahkan uang tersebut melainkan lewat Windi dan Resi Yuki Bramani yang merupakan karyawan Moratelindo. Galumbang bercerita, sebelum bertemu dengan Dito, pihaknya awalnya berkomunikasi dengan Naek Parulian Washington alias Edward Hutahaean.

Edward tadinya merupakan Komisaris Independen di PT Pupuk Indonesia Niaga anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Seperti cerita Irwan, Galumbang mengaku memutuskan hubungan dengan Edward karena selain uang senilai Rp 15 miliar untuk mengurus kasus BTS 4G di Kejagung, yang bersangkutan juga meminta proyek. Karena itu, “kerja sama” dengan Edward dibatalkan.

“Saya dari Edward, lalu nggak jadi karena mengancam akan membuldoser. Akhirnya batal (dengan Edward). Lantas, Irwan ketemu Wawan yang mengaku punya bos bisa amankan perkara BTS 4G bernama Windu Aji,” kata Galumbang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta, Selasa (3/10).

Baca Juga :   Sosok Edward Hutahaean yang Diungkap Anang dan Irwan di Sidang Kasus BTS 4G Kominfo

Seperti cerita Irwan, kata Galumbang, setelah bertemu dengan Windu, maka dikenalkan dengan seorang pengacara bernama Setio. Kepada Windu Aji, ada 2 kali penyerahan uang. Pertama senilai Rp 33 miliar yang langsung diserahkan Irwan. Kedua, senilai Rp 33 miliar yang diserahkan Windi Purnama, teman Irwan sekaligus kurir. Total dana kepada Windu mencapai Rp 66 miliar.

“Tapi gagal (juga amankan perkara BTS 4G),” kata Galumbang lagi.

Setelah itu, kata Galumbang, Windu justru mengenalkannya kepada seseorang bernama Dito. Ketika itu, Galumbang tidak mengetahui nama lengkap Dito. Karena itu, dalam berita acara pemeriksaannya (BAP), nama Dito disebut sebagai Dito Mahendra. Untuk memastikan sosok Dito itu, jaksa pun menunjukkan foto yang merujuk kepada menteri Pemuda dan Olahraga kepada Galumbang.

Melihat foto tersebut, Galumbang memastikan bahwa Dito yang ditemuinya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga saat ini. Galumbang mengaku bertemu dengan Dito sebanyak 2 kali. Dalam pertemuan itu, kata Galumbang, tidak ada membahas uang dan tidak ada pula permintaan dari Dito.

“Saya hanya tanya kepada Irwan punya uang berapa. Saya baru tahu jumlahnya Rp 27 miliar sekarang ini. Sebelumnya saya tidak tahu. Penyerahannya oleh Resi (karyawan Moratelindo) dan mengaku sudah diserahkan kepada Dito,” kata Galumbang.

Baca Juga :   Mensos Pastikan Penggeledahan KPK Tidak Terkait Dirinya

Soal penyerahan uang dari Resi kepada Dito itu juga dibenarkan Windi Purnama, yang sama-sama dihadirkan sebagai saksi untuk 2 terdakwa yaitu Johnny G. Plate (mantan Menkominfo), Anang Achmad Latif (mantan Dirut Bakti Kominfo), dan Yohan Suryanto (Hudev UI). Menurut Windi, Resilah yang menyerahkan uang kepada Dito di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.

Sementara Windi hanya bertugas menyerahkan uang tersebut kepada sopir Resi. “Saya hanya serahkan ke sopir Resi sebanyak 2 kali. Soal angkanya saya tidak hafal,” ujar Windi menimpali.

BAP Irwan-Windi
Pernyataan Galumbang tersebut membenarkan kesaksian Irwan dan Windi sebagaimana yang termuat dalam BAP dan keterangan mereka dalam persidangan BTS 4G beberapa waktu lalu. Dalam BAP, misalnya, Irwan mengaku menerima uang sekitar Rp 243 miliar. Sumber uang itu terdiri atas 7 sumber yang berbeda dalam rentang waktu 2021-2022.

Selanjutnya, berdasarkan arahan Anang Latif (mantan Direktur Utama Bakti Kominfo), Irwan menyalurkan dana itu untuk 11 penerima. Adapun 11 penerima dana dari Irwan adalah staf menteri Rp 10 miliar (April 2021-Oktober 2022); Anang Latif Rp 3 miliar (Desember 2021); Pokja, Feriandi dan Elvano Rp 2,3 miliar (pertengahan 2022); Latifah Hanum Rp 1,7 miliar (Maret dan Agustus 2022); Nistra Rp 70 miliar (Desember 2021 dan pertengahan 2022); Erry (Pertamina) Rp 10 miliar (pertengahan 2022); Windu dan Setyo Rp 75 miliar (Agustus-Oktober 2022); Edwar Hutahaean Rp 15 miliar (Agustus 2022); Dito Ariotedjo Rp 27 miliar (November-Desember 2022); Walbertus Wisang Rp 4 miliar (Juni-Oktober 2022); dan Sadikin Rp 40 miliar (pertengahan 2022).

Baca Juga :   Beroperasi Tidak Sesuai Izin, Jombingo Diblokir Satgas

Sementara Windi dalam BAP-nya mengatakan, pihaknya menjadi kurir untuk mengambil dan mengantarkan uang sebagaimana arahan Irwan dan Anang Latif.

“Saya diminta menjadi kurir mengantar dan mengambil uang dari pihak-pihak yang diminta Irwan. Misalnya saya mengambil uang dari Bayu (PT Sarana Global Indonesia), Steven (PT Waradana Yusa Abadi), Winston/Tri (PT Surya Energi Indotama), anak buah Jemmy Sutjiawan (PT Fiberhome Technologies Indonesia) dan lain sebagainya,” kata Windi.

Sementara hubungannya dengan Anang Latif, Windi mengaku mendapat arahan untuk menyerahkan uang kepada sejumlah pihak seperti Yunita, Feriandi Mirza, Jenifer, lalu nomor telepon atas nama Sadikin. Uang tersebut diserahkan di Plaza Indonesia, Jakarta.

“Untuk Nistra Komisi I DPR RI saya serahkan di Andara, di Sentul,” ujar Windi lagi.

Masih merujuk kepada BAP Windi disebutkan bahwa dirinya, Anang Latif dan Irwan merupakan teman lama. Khususnya dengan Anang Latif, Windi menyebutkan merupakan teman sejak SMP, SMA hingga kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Begitu juga dengan Irwan Hermawan, saat kumpul-kumpul, saya, Anang Latif dan Irwan, Anang Latif bercerita tentang proyek BTS. Saya melihat proyek ini sangat ambisius, apa mungkin dibangun sekian dan memakai microwave,” kata Windi.

 

Leave a reply

Iconomics