IDAI Layangkan Surat Terbuka ke BGN Terkait Fungsi Susu Formula
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melayangkan surat terbuka kepada Badan Gizi Nasional (BGN) berkaitan fungsi susu formula yang dinilai tidak bisa menggantikan manfaat utama air susu ibu (ASI) kepada bayi. Apalagi distribusi susu formula tersebut dilakukan tanpa pemeriksaan dokter, dan indikasi medis.
Sebelumnya, BGNÂ berencana memberikan produk susu formula lanjutan dalam program makan bergizi gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Di dalamnya (ASI) ada ratusan hingga ribuan komponen bioaktif yang bekerja melindungi bayi. Zat kekebalan tubuh dari ibu, bakteri baik untuk usus, sinyal pertumbuhan otak. Formula adalah yang terbaik yang bisa dibuat manusia hari ini. Tapi tidak ada satu pun komponen ASI yang bisa digantinya,” tertulis dalam surat terbuka IDAI yang dikutip pada Kamis (21/5).
Selain itu, IDAI pun menyoroti peraturan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang menyebutkan bahwa susu formula dapat diberikan atas rekomendasi dokter dan indikasi medis.
Atas dasar tersebut, IDAI memberikan 4 rekomendasi yang meliputi harmonisasi kebijakan publik; mengembalikan peruntukan susu formula; memprioritaskan kemandirian pangan lokal; dan menelaah ulang serta sinkronisasi petunjuk teknis intervensi gizi nasional BGN agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami harap BGN segera memperbaiki kebijakannya ke arah yang benar,” tulis IDAI.