Izin Pemanfaatan Hutan Dicabut, Toba Pulp Lestari Terancam Berhenti Beroperasi

0
55

Operasional PT Toba Pulp Lestari Tbk berpotensi terhenti apabila pencabutan Izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) benar-benar diberlakukan secara efektif oleh pemerintah. Potensi tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi menyusul pernyataan pemerintah dan pemberitaan media nasional terkait pencabutan izin pemanfaatan hutan di sejumlah wilayah.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyebut namanya tercantum dalam daftar perusahaan yang izinnya dinyatakan dicabut dalam konferensi pers Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pada Selasa (20/1).

Meski demikian, hingga saat ini perseroan menegaskan belum menerima keputusan tertulis resmi dari instansi pemerintah yang berwenang mengenai pencabutan izin PBPH tersebut.

“Perseroan saat ini sedang melakukan klarifikasi dan koordinasi secara aktif dengan Kementerian Kehutanan serta instansi terkait lainnya untuk memperoleh penjelasan resmi mengenai dasar hukum, ruang lingkup, status administratif, serta implikasi dari pernyataan Pemerintah dimaksud,” jelas Direksi Perseroan, dikutip Rabu (21/1).

Manajemen menjelaskan bahwa kegiatan industri pengolahan pulp perseroan masih memiliki izin usaha yang berlaku secara sah. Namun, seluruh bahan baku kayu yang digunakan dalam kegiatan industri tersebut berasal dari hasil pemanfaatan hutan tanaman dalam areal PBPH milik perseroan sendiri.

“Oleh karena itu, ketika pencabutan izin PBPH tersebut benar-benar diberlakukan secara efektif, kondisi tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap pasokan bahan baku dan kelangsungan kegiatan operasional industri Perseroan,” tulis manajemen.

Lebih lanjut, perseroan mengungkapkan bahwa gangguan pasokan bahan baku dan penghentian kegiatan operasional berpotensi berdampak terhadap kinerja keuangan perseroan.

Selain itu, penghentian usaha juga dinilai dapat memberikan dampak lanjutan terhadap tenaga kerja dan mitra usaha.

“Penghentian kegiatan usaha berpotensi memberikan dampak pada tenaga kerja, kontraktor, mitra usaha, penyedia jasa transportasi, serta masyarakat sekitar yang bergantung pada aktivitas Perseroan,” tulis manajemen.

Mengutip laporan tahunan perusahaan tahun 2024, PT Toba Pulp Lestari Tbk memproduksi 150.710 ton High Alpha Pulp (HAP) pada tahun 2024. Sebanyak 85,23% bahan baku berasal dari sumber kayu milik Perseroan dan sisanya 14,77% berasal dari kayu yang dibeli dari pihak ketiga.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics