Kemenaker: Tantangan Ketenagakerjaan soal Produktivitas Rendah

0
68
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyoroti tantangan ketenagakerjaan Indonesia terletak pada rendahnya produktivitas yang berdampak daya saing industri nasional. Lalu, industri pun dimanjakan dengan beberapa pemberian insentif finansial, namun tidak membangun daya tahan (resilience) yang berkelanjutan.

Di samping itu, kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, tantangan dalam ketenagakerjaan Indonesia sudah terjadi sejak dahulu. Semisal, tingkat pengangguran yang secara persentase hanya 4,7%, tapi dalam konteks populasi Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa, angka itu menunjukkan jutaan orang yang belum memiliki pekerjaan.

“Kita juga menghadapi realitas bahwa 85% tenaga kerja kita berpendidikan SMA ke bawah. Ketika teknologi dan AI mulai mengancam, ini jadi beban berat,” kata Yassierli dalam keterangan resminya pada Jumat (18/7).

Secara struktural, kata Yassierli, pihaknya berada di posisi hilir, sehingga tidak memiliki instrumen langsung untuk menciptakan lapangan kerja. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dan peran antar-pihak.

Kolaborasi itu, kata Yassierli , di antaranya dengan melibatkan Kementerian Koperasi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut. Saat ini, Kemenaker sedang memposisikan diri layaknya divisi sumber daya manusia nasional, termasuk menyiapkan arsitektur kurikulum pelatihan khusus untuk koperasi.

Baca Juga :   Kemenaker Sebut Telah Latih Lebih dari 80 Ribu SDM yang Terlibat di Kopdes Merah Putih

“Banyak koperasi gagal bukan karena legalitasnya, tapi karena kualitas SDM-nya. Kami akan alokasikan effort dan anggaran dari balai-balai latihan kerja untuk memperkuat ini,” tambahnya.

Lalu, kata Yassierli, pihaknya pun telah berkomunikasi dengan berbagai kementerian/lembaga, agar Kemenaker bisa terlibat dalam tahap awal proses investasi. Upaya itu dilakukan untuk menyiapkan SDM yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Kami sadar bahwa lapangan kerja adalah harapan utama masyarakat. Tapi dalam kenyataannya, banyak industri tumbuh tapi kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai. Ini bukan membalikkan fakta, ini realitas,” kata Yassierli.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics