Kilau Emas Mampu Mempertahankan Harga Emas

0
52

Harga emas (XAU/USD) masih mempertahankan kilaunya di awal pekan ini setelah sempat menembus level psikologis penting di US$4.300 per troy ounce pada akhir pekan lalu.

Menurut Analis Dupoin Futures Indonesia, Wisnu Dewojati, tren harga emas masih berada di jalur positif dengan dominasi pembeli yang kuat.

“Kombinasi indikator teknikal seperti candlestick dan Moving Average masih menunjukkan arah naik yang solid,” kata Wisnu dalam keterangannya.

Wisnu menilai bahwa selama tekanan beli tetap terjaga, harga emas berpotensi menembus area resistance US$4.350, sementara level US$4.186 menjadi titik penting yang membatasi ruang koreksi jangka pendek.

“Jika harga turun di bawah area tersebut, tren jangka pendek bisa mengalami pembalikan sementara,” kata Wisnu.

Wisnu menilai bahwa setiap potensi koreksi teknikal masih tergolong sehat selama emas bertahan di atas area support kunci. Koreksi singkat justru dapat memberikan peluang bagi investor yang menunggu momentum re-entry untuk memanfaatkan tren bullish yang masih berlanjut.

“Fase koreksi tidak selalu berarti pembalikan arah, justru bisa menjadi peluang beli baru jika momentum pasar kembali menguat,” kata Wisnu.

Baca Juga :   Pegadaian Dorong Kompetisi Pengelolaan Sampah Lewat Lomba

Dari sisi fundamental, pasar global masih diselimuti kombinasi antara optimisme dan kehati-hatian. Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu sempat memberikan sinyal bahwa tarif tinggi terhadap produk impor asal Tiongkok tidak akan diberlakukan secara permanen.

Komentar tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Fox Business, di mana Trump menegaskan bahwa dirinya akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan dua minggu mendatang untuk melanjutkan pembahasan dagang.

Pernyataan Trump itu sempat memicu penguatan di pasar saham global dan mengurangi sementara daya tarik aset safe haven seperti emas. Namun secara keseluruhan, logam mulia masih berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 5% dalam sepekan terakhir, serta mempertahankan tren kenaikan selama sembilan pekan berturut-turut, yang menjadi rekor terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed masih menjadi katalis utama bagi harga emas. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Oktober, diikuti dengan kemungkinan penurunan tambahan pada Desember. Ketua The Fed Jerome Powell baru-baru ini menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berhati-hati dalam mengambil langkah kebijakan, namun tidak menutup peluang pelonggaran lebih lanjut mengingat tanda-tanda perlambatan di sektor tenaga kerja dan inflasi yang melemah.

Baca Juga :   Cegah Pemalsuan, EmasKITA Besutan Hartadinata Abadi Tbk dan Antam Kini Dilengkapi Teknologi BullionProtect®

Penurunan suku bunga menjadi sinyal positif bagi emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset non-yield seperti logam mulia, sekaligus menekan nilai Dolar AS (US$) yang dalam beberapa hari terakhir terlihat melemah terhadap sejumlah mata uang utama.

Secara teknikal, grafik harian emas menunjukkan pola ascending channel, yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik. Jika harga mampu menembus resistance US$4.350, maka ruang kenaikan berikutnya terbuka menuju US$4.375–$4.400. Namun jika tekanan jual meningkat, koreksi ke area US$4.180–US$4.200 masih sangat mungkin terjadi sebelum pasar kembali mencari arah baru.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics