Manajemen BTN Angkat Bicara Soal Target Merger BTN Syariah dan Muamalat Selesai Sebelum Oktober

1
187

Manajemen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merespons pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menargetkan merger BTN Syariah dan Bank Muamalat rampung sebelum pergantian pemerintahan. Artinya, penggabungan kedua bank syariah tersebut akan selesai sebelum Oktober 2024.

“Pernyataan Menteri BUMN terkait rencana merger Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN dan Bank Muamalat Indonesia merupakan domain pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas Bank BTN. BTN akan tunduk dan patuh pada usulan/keputusan pemegang saham mayoritas,” ujar Ramon Armando, Sekretaris Perusahaan BTN dalam keterangannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu, 21 Februari.

Sebelumnya kepada wartawan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan merger BTN Syariah dan Bank Muamalat ditargetkan selesai sebelum Oktober 2024. Hasil merger ini akan menghasilkan bank dengan urutan ke-16 besar berdasarkan aset.

Rencana akuisisi Bank Muamalat merupakan bagian dari strategi BTN untuk melakukan pemisahaan atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS).

Berdasarkan laporan keuangan kuartal keempat 2023, aset BTN Syariah sudah mencapai Rp54,3 triliun. Dengan demikian, wajib dipisahkan (spin-off) dengan induknya, sesuai ketentuan pasal 59 POJK No.12 tahun 2023.

Baca Juga :   Kerja Sama dengan Bank Muamalat, Kini Pendaftaran Haji Reguler Bisa Dilakukan di Kantor Pegadaian

Akuisisi bank syariah merupakan salah satu opsi dari dua opsi BTN dalam melakukan spin-off. Opsi lainnya adalah mendirikan perusahaan baru atau meminta lisensi baru untuk Bank Umum Syariah (BUS).

Ramon mengatakan Bank BTN telah mencantumkan rencana pemisahaan Unit Usaha Syariah (UUS) di dalam Rencana Strategis Perusahaan pada tahun 2021-2025. Hal ini sejalan dengan Peraturan OJK No.12 tahun 2023.

“Bank BTN telah menandatangani Non Disclosure Agreement (NDA) dengan calon Investee dan saat ini sedang dalam tahap Due Dilligence dengan calon Investee dimaksud,” ujarnya.

1 comment

Leave a reply

Iconomics