RedDoorz Catat Kenaikan Okupansi 64% Selama Lebaran 2026, Permintaan Tetap Tinggi Pasca Libur

0
53

RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand, mencatat peningkatan signifikan permintaan akomodasi selama periode mudik dan pasca Lebaran 2026. Lonjakan ini didorong oleh kuatnya mobilitas wisatawan domestik serta perubahan pola perjalanan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, total mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53% dibanding tahun sebelumnya. Jawa Barat (30,97 juta) dan DKI Jakarta (19,93 juta) menjadi kontributor utama daerah asal pemudik, sementara Jawa Tengah (38,71 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta) merupakan destinasi dengan jumlah pemudik terbesar.

Tren ini tercermin dalam data internal RedDoorz, yang menunjukkan peningkatan okupansi 64% secara tahunan (YoY) di seluruh lini multibrand, termasuk RedDoorz, SANS, URBANVIEW, dan The Lavana. Volume penjualan kamar juga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 255 ribu, atau naik 109% YoY.

“Momentum Lebaran tahun ini menunjukkan permintaan akomodasi domestik masih sangat kuat, bahkan berlanjut setelah periode puncak libur. Permintaan kamar tertinggi terjadi pada 23–25 Maret 2026, dengan penjualan harian mencapai lebih dari 23 ribu kamar,” ujar Vibhor Atal, Director of Demand RedDoorz.

Baca Juga :   Coldplay akan Konser, Hotel Sekitar Stadion GBK Laris

Beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Medan, dan Bogor menjadi kontributor utama. Destinasi leisure seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bogor mencatat permintaan lebih tinggi, menegaskan bahwa wisata berbasis rekreasi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

RedDoorz juga mencatat tren wisatawan memperpanjang perjalanan setelah Lebaran, mengubah mudik menjadi liburan singkat atau perjalanan multi-kota. Segmen keluarga menjadi pendorong utama, dengan preferensi akomodasi yang terjangkau, nyaman, dan mudah diakses. Mayoritas wisatawan merencanakan perjalanan lebih awal, dengan rata-rata booking 3–4 hari sebelum check-in, menunjukkan keseimbangan antara perencanaan dan fleksibilitas perjalanan.

“Perubahan perilaku ini menunjukkan perjalanan domestik kini tidak hanya berpusat pada momen Lebaran, tetapi berkembang menjadi pengalaman liburan yang lebih panjang dan terencana, sehingga mendorong permintaan akomodasi mitra kami,” tambah Vibhor.

Kenaikan permintaan ini sejalan dengan tren industri pariwisata domestik, di mana wisatawan semakin selektif dalam memilih akomodasi yang menawarkan nilai terbaik.

Ke depan, RedDoorz memperkirakan permintaan tetap berada di atas level normal beberapa minggu setelah Lebaran, sebelum secara bertahap kembali stabil. Momentum ini juga menjadi peluang untuk memperkuat jaringan mitra properti di kota-kota dengan permintaan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas layanan guna menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin dinamis.

Baca Juga :   Kerja Sama Ketiga Marriott International bersama DKS Group Operasikan Hotel

“Tren perjalanan domestik akan terus menjadi tulang punggung industri pariwisata. RedDoorz akan fokus menghadirkan akomodasi relevan, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” tutup Vibhor.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics