Astra Agro Catat Reduksi GRK 35,69%, Lampaui Target 2030
PT Astra Agro Lestari Tbk mencatat reduksi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 35,69% dengan cakupan 1 dan 2 pada 2025. Capaian itu telah melampaui target Astra Agro untuk mengurangi GRK sebesar 30% pada 2030.
Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo mengatakan, transformasi keberlanjutan terus diperkuat melalui berbagai inovasi, baik di tingkat kebun maupun dalam operasional pabrik.
“Transformasi yang sama berjalan di pabrik. Melalui teknologi methane capture, limbah cair kelapa sawit yang semula menjadi sumber emisi yang signifikan kini ditangkap, dan diubah menjadi biogas, bahan bakar boiler yang mendukung operasional pabrik” kata Tingning dalam keterangan resminya pada Jumat (4/9).
Upaya tersebut, kata Tingning, juga didukung dengan inovasi yang dikembangkan tim riset dan pengembangan (R&D) Astra Agro. Melalui penelitian mikroba yang berasal dari kebun perusahaan, Astra Agro mengembangkan Astemic, pupuk hayati berbahan organik yang menjadi salah satu inovasi untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia.
Penggunaan Astemic, kata Tingning, mampu mengurangi ketergantungan pupuk kimia hingga 25%. Selain membantu meningkatkan kesehatan tanah, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari Astra Agro dalam menjaga produktivitas tanaman, dan mendukung program peremajaan tanaman dalam jangka panjang.
Tidak hanya melalui inovasi kebun dan pabrik, kata Tingning, upaya pengurangan dampak lingkungan juga tercermin dari capaian penurunan emisi GRK Astra Agro pada 2025. Pada periode yang sama, Astra Agro mencapai 92,30%, dan diarahkan menuju 93,40% bauran energi pada 2030.
“Bagi kami, keberlanjutan adalah proses yang terus berjalan. Hal ini sejalan dengan semangat sinergi bumi, dan manusia untuk satu Indonesia,” ujar Tingning.