Seabank Indonesia Bukukan Laba Setelah Pajak Rp 97 M di Kuartal I/2025
Aplikasi SeaBank/Dok SeaBank Indonesia
PT Bank Seabank Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 97 miliar pada Kuartal I/2025, atau naik 88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk laba sebelum pajak, Sea Bank mencatat sebesar Rp 124 miliar.
Direktur Utama SeaBank Sasmaya Tuhuleley menjelaskan, pihaknya memiliki total aset sebesar Rp 37,4 triliun atau meningkat 16% secara tahunan (yoy). Kemudian, tingkat pengembalian aset (ROA) tumbuh dari 0,82% menjadi 1,40%.
Selanjutnya, kata Sasmaya, SeaBank mencatat rata-rata sebanyak 5,9 juta transaksi harian dengan perputaran uang senilai Rp 3,5 triliun per hari. SeaBank pun memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,62% pada 3 bulan pertama tahun 2025.
“Pertumbuhan bisnis yang sehat harus diiringi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Sasmaya dalam keterangan resminya pada Rabu (21/5).
Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan, lanjut Sasmaya, SeaBank terus mendukung pemberdayaan perempuan dengan memperluas edukasi literasi keuangan, khususnya untuk pelaku UMKM. “Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan termasuk pelaku UMKM dan pemerataan literasi keuangan harus terus dilakukan demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera,” tambah Sasmaya.
SeaBank, kata Sasmaya, menargetkan perluasan program pemberdayaan perempuan ke lebih banyak wilayah sepanjang 2025. Upaya itu dilakukan untuk mewujudkan strategi keberlanjutan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada bidang edukasi literasi keuangan.
“Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan diukur tidak hanya dari sisi keuangan, tapi juga dari sejauh mana kami bisa menjadi mitra pembangunan sosial. Karena itu, SeaBank akan terus menghadirkan solusi keuangan yang tidak hanya modern, tapi juga inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.