Belum Ada Kepastian, OJK Sebut IPO Pertamina Hulu Energi Masih Ditelaah

0
414

Meski digadang-gadang bakal menjadi Initial Publci Offering (IPO) terbesar pada tahun ini di Indonesia, namun IPO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) belum ada kejelasan, baik nilai emisi maupun waktu pelaksanaannya. OJK menyebut proses IPO tidak hanya tergantung pada izin dari OJK, tetapi juga berbagai macam faktor baik kesiapan perusahaan itu sendiri maupun berbagai fakor eksternal.

“Untuk IPO Pertamina Hulu Energi atau PHE saat ini masih dalam proses penelaahan dan tentunya untuk detil progress dan tahapan penelaahan ini, saat ini OJK belum bisa memberikan penjelasan secara detil sampai dengan izin publikasi diberikan,” ujar Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/5).

Inarno juga belum bisa memastikan nilai emisi dari IPO PHE ini. Hal ini berbeda dengan konferensi pers pada 6 Februari 2023 lalu. Saat itu, Inarno mengungkapkan nilai emisi IPO PHE diperkirakan Rp8 triliun hingga Rp9 triliun.

“Kalau untuk besarannya (nilai emisi), tentunya besaran ini juga tidak bisa kita tentukan saat ini. Bookbuilding juga rasanya belum dilaksanakan. Pun kalau sekiranya bookbuilding itu sudah dijalankan, itu juga masih bisa berubah sebelum pernyatan efektif ditetapkan. Jadi, masih banyaklah faktor-faktor yang bisa beruban dalam jumlah atau besaran daripada hasil atau proceeds daripada IPO tersebut,” ujar Inarno dalam konferensi pers, Jumat (5/5).

Baca Juga :   Beberkan Temperatur Industri Keuangan, OJK Sebutkan Langkah-langkah Proaktif

Direktur Utama (Dirut) PHE, Wiko Migantor saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII pada Senin (10/4) lalu mengungkapkan Perseroan menargetkan memperoleh dana US$1,5 miliar dari IPO atau sekitar Rp22,5 triliun (kurs:15 ribu). Kalau benar jumlah dana yang akan diperoleh US$1,5 miliar, maka tak salah bila IPO PHE ini merupakan yang terbesar pada tahun ini. Sebagai perbandingan, IPO Bukalapak pada Agustus 2021 lalu berhasil mengumpulkan dana Rp21,9 triliun. Sementara IPO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk pada Februari 2023 lalu berhasil menghimpun dana Rp9,05 triliun.

“Apakah nantinya IPO PHE itu akan menjadi IPO terbesar? Ya, mudaha-mudahan ya. Tetapi kembali lagi besarannya IPO tersebut itu sangat tergantung dari appetite dan juga kondisi global. Kalau memang sekiranya bisa yang terbesar, ya, alhamdulillah. Tetapi saya tidak bisa memastikan apakah ini akan terbesar ataupun tidak. Karena ini tergantung dari external factor juga,” ujar Inarno.

Inarno juga belum bisa memastikan waktu pelaksanaan dari IPO PHE ini. Isu yang berkembang bahwa IPO PHE ini dilakukan pada Juni 2023 nanti.

Baca Juga :   Presiden Jokowi: Reformasi IKNB Harus Dieksekusi Secepatnya

“Ini ada juga pertanyaan apakah bisa IPO di Juni 2023 untuk PHE? Tentunya kalau memang sekitarnya bisa alhamdulillah. Tetapi yang menentukan bisa atau tidaknya itu mohon dipahami bahwa bukan atas izin daripada OJK saja. Tetapi juga tentunya kesiapan mereka dalam bookbuilding dan juga menyiapakan dokumentasinya dan juga external factor misalnya appetite daripada investor. Ini semuanya sangat-sangat mempengaruhi kapan IPO itu bisa dilaksanakan. Jadi, tentunya ini mohon dipahami bahwa bukan hanya satu-satunya izin dari OJK yang menghambat hal tersebut, tetapi juga ada berbagai faktor eksternal yang mempengarhi kapan IPO itu bisa terlaksana” jelas Inarno.

Leave a reply

Iconomics