Di Balik Kinerja Positif Tahun 2023, Potensi Pasar Modal Indonesia Belum Digarap Maksimal

0
136

Pasar modal Indonesia berhasil melewati tahun 2023 yang lalu dengan sejumlah pencapaian positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh positif, demikian juga jumlah penggalangan dana dan pertumbuhan jumlah investor.

Tetapi, potensi pasar modal Indonesia masih belum digarap maksimal. Kapitalisasi pasar saham Indoensia pada tahun 2023 lalu memang tumbuh 22,9% secara tahunan (year on year) menjadi Rp11.674 triliun.

Tetapi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengatakan rasio kapitalisasi pasar modal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ini baru mencapai 46%.

Sementara beberapa negara di kawasan Asean, menurut Mahendra, rasio kapitalisasi pasar modal terhadp PDB sudah mecapai 100% lebih.

“Begitu juga dengan jumlah investor atau SID kita, baru mencapai 6,4% dari penduduk usia produktif Indonesia,” ungkap Mahendra dalam laporannya pada acara “Pembukaan Perdagangan BEI 2024” di Main Hall BEI, Selasa (2/1).

Tahun lalu, jumlah investor pasar modal Indonesia berdasarkan Single Investor Identification (SID) mencapai 12,16 juta atau meningkat hampir 5 kali lipat dalam 4 tahun terakhir.

Baca Juga :   OJK: Sektor Jasa Keuangan Masih Dalam Kondisi Baik dan Terkendali

Untuk memakismalkan potensi pasar saham domestik yang masih besar, tambah Mahendra, “OJK terus berupaya meningkatkan integritas, kredibiltas dan good governance pasar dan seluruh ekosistem pelaku pasar modal.”

Langkah itu antara lain dilakukan melalui percepatan penyelesaian pemeriksaan dan pengaturan sanksi terintegrasi untuk lembaga jasa keuangan.

Hal penting lain adalah memberikan perlindungan investor dan masyarakat, diantaranya dengan pengawasan perilaku jasa keuangan atau market conduct.

“Seluruh anomali atau Unusual Market Activity (UMA) termasuk pergerakan harga saham yang tidak normal pasti dikaji, dianalisis dan dipantau ketat, sehingga menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku,” ujar Mahendra.

 

Kinerja Pasar Modal 2023

Pada tahun 2023 pasar modal Indonesia mencatatkan sejumlah capaian positif. IHSG ditutup pada level 7.272,8 atau tumbuh sebesar 6,16% pada akhir perdagangan tahun 2023 pada 29 Desember 2023.

Kenaikan IHSG selama tahun 2023 ini, menurut Mahendra, merupakan tertinggi kedua di kawasan Asean, setelah Vietnam.

Sementara itu, Indeks Acuan Obligasi Indonesia tumbuh 8,63%. Indeks Saham Syariah Indonesia ditutup 212,64 terkoreksi 2,33% dibandingkan tahun lalu. Namun, kapitalisasi pasar saham syariah tercatat sebesar Rp 6.146 triliun atau meningkat sebesar 28,41%.

Baca Juga :   OJK: Pendekatan Restorative Justice Perlu Diterapkan dalam Menangani Investasi Bodong

Penggalangan dana di pasar modal melalui penawaran umum juga meningkat. Sampai 29 Desember 2023, OJK telah mengeluarkan sebanyak 222 penawaran umum, terdiri dari 77 penawaran umum perdana saham, 25 penawaran umum terbatas, 120 penawaran umum efek bersifat utang dan atau sukuk, dengan total nilai hasil penawaran umum seluruhnya Rp255,21 triliun, jauh di atas target Rp200 triliun.

Dari 222 kegiatan penawaran umum tersebut, 80 diantaranya adalah emiten baru.

Penghimpunan dana Securities crowdfunding (SCF) juga bertambah. SCF telah berhasil dimanfaatkan oleh 494 pelaku UKM dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,04 triliun dari 168 ribu pemodal melalui 16 platfrom penyelenggara SCF.

Leave a reply

Iconomics