East Ventures Danai Startup Edit Video Berbasis AI di Singapura

0
70

Videotto memperoleh pendanaan tahap awal (seed) dari East Ventures. Startup yang berbasis di Singapura ini memiliki solusi pengeditan video berbasis AI.

“Pada tahun lalu, saya menjalankan podcast yang menampilkan wawancara dengan para founder muda, tetapi butuh waktu hingga 20 jam untuk mengedit satu episode dan mengubahnya menjadi klip pendek. Dari situ, saya mendapat ide dan mengajak Ian (Ian Lee, Co-Founder dan Chief Technology Officer) untuk membangun platform otomatisasi video berbasis AI. Kini, Videotto hadir untuk menciptakan kemudahan yang sama bagi para kreator di seluruh dunia, mendefinisikan ulang cara produksi konten dalam skala besar sehingga pembuatan video profesional menjadi lebih mudah diakses oleh siapa pun, mulai dari kreator individu hingga merek global,” kata Co-Founder dan Chief Executive Officer Videotto, Tay Yao Ming dalam keterangannya.

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca mengatakan pertemuan pertamanya dengan Yao Ming dan Ian sangat mengesankan karena cara mereka memikirkan bisnisnya serta komitmen mereka untuk mewujudkannya.

Baca Juga :   Karena Covid-19, Daya Beli Turun, Perusahaan Startup Berupaya Bertahan

“Saya bertemu dengan Yao Ming beberapa minggu lalu dalam acara POL-ITE Entrepreneurs’ Challenge Dialogue yang diselenggarakan oleh ACE.SG, sebagai bagian dari kegiatan ESR Committee 3 bersama Minister of State, Ministry of Culture, Community and Youth & Ministry of Manpower Singapura, Dinesh Vasu Dash; CEO ACE.sg, Patrick Lim; dan sejumlah pengusaha lainnya. Presentasinya meninggalkan kesan yang sangat kuat bagi saya. Setelah acara tersebut, saya memutuskan untuk berinvestasi keesokan harinya,” kata Wilson.

Wilson mengatakan investasi ini mencerminkan thesis East Ventures yang berfokus pada founder — bahwa inovasi bisa datang dari siapa pun, tanpa memandang usia atau latar belakang, selama ada semangat yang kuat dan masalah nyata yang ingin diselesaikan.

“Di East Ventures, kami percaya bahwa AI bukan sekadar teknologi, melainkan alat untuk menciptakan kesetaraan peluang dan memberdayakan individu seperti mereka agar dapat memberikan dampak yang bermakna,” tambah Willson.

Videotto adalah startup yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menjadikan proses pengeditan video lebih sederhana dan efisien. Tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk memotong klip atau menambahkan efek secara manual. Para pengguna cukup mengunggah rekaman video berdurasi panjang dan membiarkan sistem bekerja secara otomatis. Platform ini secara cerdas memilih momen terbaik, menambahkan teks stylish, menyusun adegan dengan mulus, menyesuaikan suara dan pencahayaan, bahkan menambahkan transisi secara otomatis.

Baca Juga :   Startup Ini Berhasil Kembangkan Regen, Pupuk Berbasis Rumput Laut

Videotto juga dapat menghasilkan beberapa video pendek yang dioptimalkan untuk berbagai platform media sosial, membantu para pengguna menyesuaikan konten mereka dengan cepat untuk setiap kanal. Seiring waktu, platform ini akan mempelajari gaya dan preferensi pengeditan masing-masing pengguna, sehingga proses pembuatan video berkualitas tinggi dan siap unggah dapat dilakukan hanya dengan beberapa klik.

Videotto.com digerakkan oleh tim inti yang terdiri dari empat orang dengan dedikasi tinggi. Selain para co-founder, Yao Ming dan Ian, dua talenta muda di bidang AI, Felix Isaac Lim dan Chong Kah Hian, bekerja hingga 100 jam per minggu untuk memperkuat infrastruktur serta mengembangkan arsitektur sistem.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics