IHSG Menghijau; Pilpres yang Berpotensi Satu Putaran Turut Menjadi Sentimen Positif

0
100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menghijau alias naik pasca pemilihan presiden dan wakil presiden 14 Februari 2024 yang dimenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, versi perhitungan cepat sejumlah lembaga survei.

Mengutip RTI, IHSG dibuka pada level 7.210,56 pada awal perdagangan, Kamis, 15 Februari 2024. Per pukul 09.20 WIB, IHSG bergerak pada kisaran 7.304,30 hingga 7.365,68.

Sebagai pembanding, pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Februari 2024, IHSG ditutup pada level 7.209,74. Sehari sebelum pemilu berlangsung, IHSG mengalami koreksi sebesar 1,2%.

Berdasarkan perhitungan cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Prabowo-Gibran memperoleh suara di atas 50%, sehingga pilpres berpotensi hanya dilakukan dalam satu putaran.

“Pemilu yang berpotensi satu putaran berdasarkan hasil quick count memberikan katalis positif,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dalam keterangannya, Kamis.

Ratih memperkirakan IHSG pada Kamis, 15 Februari ini bergerak mixed dan menguat dalam rentang 7.200-7.300.

Selain pemilu, menurut dia, sentimen domesitk yang turut mempengarui IHSG hari ini adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2024 yang lebih tinggi dibandingkan Desember 2023.

Baca Juga :   Jokowi Pastikan Tidak Arahkan PAN dan Golkar untuk Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Bank Indonesia (BI) melaporkan IKK pada Januari sebesar 125 atau lebih tinggi dibandingkan periode Desember 2023 sebesar 123,8.

Rilis BI tersebut, menurut Ratih,  mencerminkan menguatnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional.

Di sisi lain, inflow investor asing terus masuk ke pasar ekuitas domestik. Pada 13 Februari 2024, investor asing beli bersih senilai Rp1,22 triliun. Jika diakumulasikan sejak awal tahun, investor asing akumulasi senilai Rp15,67 triliun yang sebagian besar di sektor Big Banks.

Dari Mancanegara, Amerika Serikat (AS) mencatat inflasi tahunan pada Januari 2024 di level 3,1%, atau lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya sebesar 3,4%.

Meskipun angka inflasi lebih rendah, namun masih di atas proyeksi konsensus sebesar 2,9%.

Pada periode yang sama,  inflasi inti yang tidak termasuk komponen bergejolak, seperti makanan dan energi stagnan di level 3,9%. Secara keseluruhan, inflasi masih di atas target The Fed sebesar 2%.

Dari Asia, Indeks Harga Produsen (PPI) di Jepang tumbuh 0,2% yoy pada Januari 2024. Pertumbuhan tersebut sama dibandingkan bulan Desember 2023, sekaligus menjadi yang terendah sejak deflasi di bulan Februari 2021.

Leave a reply

Iconomics