Pendapatan Bersih Cashlez Naik 298% di Semester I-2021

0
399

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez) membukukan pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp58,8 miliar pada semester I-2021. Pendapatan tersebut tumbuh 298,5% atau hampir 3x lipat dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yaitu sebesar Rp14,7 miliar.

Kenaikan pendapatan bersih diiringi dengan pertumbuhan laba kotor atau gross profit sebesar 108% yoy menjadi Rp17,9 miliar. Presiden Direktur Cashlez Suwandi mengatakan pertumbuhan positif tersebut ditopang oleh beberapa strategi Perusahaan mulai dari kolaborasi, transformasi dan inovasi teknologi hingga optimalisasi produk serta layanan.

“Di masa pandemi ini, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang terdampak secara signifikan, namun dari sisi positifnya terdapat akselerasi pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM dalam penetrasi ke pasar digital di Indonesia. Untuk itu, Cashlez siap membantu dan mendukung UMKM menghadapi dampak pandemi Covid-19 dengan menyediakan platform yang dapat membantu proses pembayaran konsumen secara digital dari berbagai jenis pembayaran, baik melalui kartu (kartu kredit & kartu debit) ataupun melalui digital (QRIS, Virtual Account, & e-wallet) dalam satu platform,” kata Suwandi dalam keterangan pers tertulis.

Baca Juga :   OJK Resmikan Gedung Kantor OJK Regional 7 Sumbagsel

Hingga akhir Juni 2021, tercatat sebesar 13,6% merchant baru yang bergabung dengan Cashlez, yang berasal dari berbagai segmen, diantaranya Pasar Bersih Sentul City, Etalase Pasar Baru Bandung, Brown & Spirits dan Pass Swab.

Cashlez menyebutkan total aset perusahaan hingga akhir Juni 2021 mencapai Rp165,34 miliar. Total liabilitas sebesar Rp57,1 miliar, sedangkan ekuitas Perusahaan berada pada level Rp108,28 miliar. Perusahaan akan terus berupaya untuk menjaga struktur permodalan yang optimal agar dapat menopang pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Suwandi menjelaskan Cashlez telah menyiapkan beberapa strategi baru untuk melakukan ‘quantum leap’, baik dari sisi pertumbuhan organik (organic growth) maupun pertumbuhan anorganik (inorganic growth).

Leave a reply

Iconomics