Alasan Prabowo Copot  Dadan Hindayana, dkk dari Badan Gizi Nasional

Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
0
72

Presiden Prabowo Subianto memutuskan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana,  serta dua wakil kepala, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Presiden kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Pergantian pucuk pimpinan BGN itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Selasa (2/6) dalam konferensi pers yang didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya  dan Muhammad Qodari selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).

Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga,  dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan  kepemimpinan baru BGN diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas, meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat tata kelola, serta memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia. 

Baca Juga :   BGN Serta Kadin Resmikan Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas MBG di Jakarta

“Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus dilaksanakan, seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali,dan setiap unit kerja di lingkungan Badan Gizi Nasional diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai alasan pergantian pimpinan BGN, ia mengatakan selama satu setengah tahun pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap program makan bergizi,  terdapat berbagai catatan yang kemudian menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian kepemimpinan.

Catatan tersebut antara lain berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), kepatuhan terhadap tata kelola organisasi, serta kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Perbaikan pada aspek-aspek tersebut dinilai penting untuk memastikan program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat secara optimal kepada masyarakat.

“Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam satu setengah tahun ini,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics