Pemerintah Tiongkok Perintahkan Kedubes Tiongkok di Indonesia Lakukan Verifikasi Kecelakaan Kerja di ITSS-IMIP

0
194

Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) menginstruksikan kepada Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia untu melakukan verifikasi situasi dan menangani kecelakaan kerja yang terjadi PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang berada di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park  (IMIP) Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam konferensi pers reguler yang dilakukan Kementerian Luar Negeri RRC pada 25 Desember 2023, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RRT, Mao Ning menjawab pertanyaan dari AFP soal ledakan yang terjadi di perusahaan yang didanai Tiongkok di Indonesia yang menewaskan pekerja.

“Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya dan pemerintah daerah terkait di Tiongkok dalam masalah ini. Kami telah menginstruksikan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia untuk segera memverifikasi situasi dan menangani kecelakaan tersebut,” kata Mao Ning dalam keterangan resminya yang dikutip pada Selasa (26/12/2023).

Menurutnya, kedutaan segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dan menghubungi pihak terkait untuk berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan dan merawat korban luka serta mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut. Kedutaan juga memberikan arahan kepada perusahaan terkait mengenai pengaturan tindak lanjutnya.

Baca Juga :   Buntut Kasus Ledakan di Kawasan IMIP, Anggota Komisi VII Ini Minta Audit Total Industri Smelter di RI

“Kami akan tetap menjalin komunikasi yang erat dengan Indonesia untuk memastikan semuanya ditangani dengan baik,” kata Mao Ning.

Dalam keterangan resmi Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Manajemen menyampaikan krologis kecelakaan kerja di ITSS. Kecelakaan kerja terjadi pada Minggu, 24 Desember 2023 sekitar pukul 05.30 WITA. Versi IMIP, musibah bermula dari kecelakaan yang dialami sejumlah pekerja saat melakukan perbaikan tungku dan pemasangan plat pada bagian tungku. Tungku smelter No. 41 yang terbakar, awalnya masih ditutup untuk operasi pemeliharaan rutin. Saat tungku tersebut sedang tidak beroperasi dan dalam proses perbaikan, terdapat sisa slag atau terak besi dalam dinding tungku yang runtuh dan mengalir keluar, lalu bersentuhan dengan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi sehingga mengakibatkan kebakaran. Akibatnya, pekerja yang berada di lokasi mengalami luka-luka hingga korban jiwa.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyelidiki peristiwa kecelakaan kerja tersebut. Kemnaker juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah dan perusahaan terkait. Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kemnaker, Haiyani Rumondang mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk menindaklanjuti kecelakaan tersebut.

Baca Juga :   Dicecar Komisi IX DPR soal Jumlah TKA, Kemnaker Pastikan Isu Itu Tidak Benar

Para buruh pun memiliki harapan yang besar kepada berbagai pihak agar kecelakaan serupa tidak kembali terulang. Saat menggelar doa bersama pada Senin malam (25/12/2023), Koordinator Lingkar Belajar Buruh IMIP, Hendri menyampaikan kegiatan yang digelar ini sebagai solidaritas kepada para korban dan keluarga korban. Ia juga berharap kejadian di PT ITSS ini tidak akan terulang lagi.

Ia berharap perlindungan kepada para buruh yang bekerja di kawasan IMIP ini mendapat perhatian dan perlindungan lebih baik, begitu juga pihaknya sebagai buruh lebih meningkatkan kehati-hatian dalam bekerja. Harapan lainnya adalah pihak perusahaan memberikan perhatian yang baik kepada korban dan keluarganya, sebab mereka telah mendedikasikan dirinya kepada perusahan selama mereka bekerja.

Leave a reply

Iconomics