Tips dari Sandiaga Uno untuk Startup: Bukan Modal Tetapi 3C Ini yang Harus Dimiliki

0
451

Selain sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga adalah seorang entrepreneur yang sukses. Ia membangun bisnis bermula dari pengalaman pahit pada krisis ekonomi tahun 1998. Saat itu, pria kelahiran 1969 ini mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tetapi pengalaman pahit itulah yang kemudian menghantarkannya masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2013 versi Forbes, dengan nilai kekayaan saat itu US$460 juta.

Bagaimana Sandi membangun bisnisnya? Ia mengatakan modal memang diperlukan. “Tetapi, pengalaman saya [dalam] membangun bisnis [modal] akan ngejar kita kalau kita punya 3C: commitment, consistency dan character,” ujar Sandi dalam acara Startup Outlook 2021, Sabtu (4/12).

Menurut Sandi bisnis dimulai dari komitmen untuk menyelesaikan masalah. “Jadi, ada problem statement yang ingin kita solve. Buat para startup, cari, what problems you are trying to solve,” ujarnya.

Sandi sendiri mengaku memulai bisnisnya dengan sebuah komitmen untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi sendiri yaitu kehilangan penghasilan akibat PHK.

Baca Juga :   Co-Working Space Menjamur di ASEAN

“Saya memulai usaha itu karena saya di-PHK. Kalau enggak, saya masih jadi investment banker. Jadi, the problem I need to solve adalah pertama being financially independent,” ujarnya.

Sandi menceritakan waktu dia mengalami PHK, ia sempat kembali ke rumah orang tuanya karena baru mengalami kehilangan penghasilan. Ia melukiskan pengalaman PHK itu seperti disambar geledek di siang bolong.

Selain untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri, Sandi mengatakan, problem lain yang mau atasi saat itu adalah banyak usaha yang membutuhkan nasihat atau saran (advice) bagaimana melakukan restrukturisasi dan bagaimana melewati krisis.

“Kebetulan pengalaman saya di dunia investasi dan keuangan itu bisa digunakan sebagai salah satu sharing yang kita kemas dalam bentuk advice waktu itu,” ujarnya.

Tidak hanya komitmen untuk menyelesaikan masalah, konsistensi juga kemudian sangat diperlukan.”Saya membangun usaha itu konsisten selama 5-7 tahun. There is no such thing as instant success, yang instan sukses juga akan mendapat magnifician failure. Karena orang-orang yang naiknya cepat biasanya turunnya cepat juga,” ujarnya.

Baca Juga :   Indonesia-Belanda Jalin Kerja Sama Perluasan Kemitraan Sektor Ekonomi Kreatif

Karakter dalam membangun bisnis, menurut Sandi adalah soal reputasi. Hal ini terkait dengan bagaimana memperlakukan pelanggan, klien, pemasok, rekan bisnis dan sebagainya.

“Terkadang saya bilang bisnis itu [soal] jaga relasi dan ini saya dapat dari pak William Soeryadjaya. Ini saya jarang cerita. Pak William bilang bahwa kalau untung bisa dicari Sandi. Profit bisa di-create. Tetapi reputasi enggak bisa dibeli. Ini yang selalu dia bilang ke saya,” ujarnya.

William Soerjadjaja (20 Desember 1922-2 April 2010) adalah seorang pengusaha Indonesia terkenal karena sukses membangun PT Astra Internasional. Bersama om William, Sandi membangun Saratoga Investama Sedaya.

“Buat para startup, try to build your brand and your character, supaya bisa mendapatkan trust, kepercayaan dari who ever: investors, customers atau juga klien. Successful business itu kembali lagi kepada trust dan amanah,” pesan Sandi.

“Begitu kita bisa 3C ini, bukan kita yang nyari uang, uang yang ngejar-ngejar kita,” tambahnya.

Leave a reply

Iconomics