Polemik Pelengseran Ketum PBNU, Simak Profil Singkat Yahya Cholil Staquf
Tangkapan layar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf/Iconomics
Polemik pelengseran KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diredam dengan dikumpulkannya sekitar 60 kyai pada Minggu, 23 November 2025. Polemik ini lahir dari hasil rapat harian Syuriah.
Yuk simak profil singkat Ketum PBNU Gus Yahya. Ia ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2021-2026 setelah mendapatkan suara 337 dari total 548 suara yang masuk.
Gus Yahya adalah putra dari KH Cholil Bisri, kakak dari KH Ahmad Mustofa Bisri.
Ia mengenyam pendidikan pertama kali di pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah yang didirikan oleh kakeknya, KH Bisri Mustofa.
Ia melanjutkan studi pesantrennya di Pondok Pesantren Krapyak di bawah asuhan KH Ali Ma’shum.
Ia juga pernah mengenyam Pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Karirnya antara lain, Gus Yahya ditunjuk sebagai Juru Bicara Presiden era KH Abdurrahman Wahid. Ia menjadi jubir bersama Wimar Witoelar dan Addie M Massardi.
Ia diangkat sebagai Katib Aam PBNU masa khidmah 2015-2021 mendampingi Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin 2015-2018 dan KH Miftachul Akhyar 2018-2021.
Ia juga pernah dilantik sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2018-2019 pada 31 Mei 2021.