DPR Dukung Langkah Pemerintah Berantas Impor Ilegal untuk Selamatkan Industri Tekstil

0
67
Reporter: Wisnu Yusep

Upaya pemberantasan impor ilegal mendapat dukungan kuat dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusnunia menyatakan dukungannya terhadap rencana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang bertujuan membasmi praktik impor ilegal demi memperkuat industri tekstil lokal.

Chusnunia menegaskan bahwa Indonesia, dengan potensi pasar yang besar, tidak boleh didominasi oleh produk asing.

“Kita harus bersama-sama memperkuat tumbuhnya industri lokal agar dapat melawan praktik dominasi produk-produk asing,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (10/10/2026).

 

Ancaman Kontainer Ilegal

Desakan untuk bertindak cepat juga datang dari kalangan pengusaha Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Mereka mendesak pemerintah untuk segera memberantas penyelundupan dan barang ilegal.

Data dari tradmap.org menunjukkan betapa seriusnya masalah ini: setiap tahunnya, impor TPT dari Tiongkok senilai sekitar US$1,5 hingga US$2 miliar tidak tercatat di Bea Cukai. Jumlah ini setara dengan 28.000 kontainer barang impor ilegal yang diprediksi masuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, Chusnunia berharap pemerintah mengambil langkah strategis agar produk yang beredar di masyarakat didominasi oleh pelaku usaha dalam negeri.

Baca Juga :   Pengusaha Tekstil Ungkapkan 11 Aspirasi ke Menteri Perindustrian

 

Dukungan Modal Usaha

Selain pemberantasan impor ilegal, Chusnunia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam hal permodalan. Ia mencontohkan kebijakan Menkeu Purbaya yang telah menyalurkan Rp200 triliun ke himpunan bank milik negara (himbara).

“Langkah Menkeu mengguyur likuiditas ke bank-bank himbara senilai Rp200 triliun diharapkan akan mendorong penurunan suku bunga kredit, sehingga aktivitas sektor riil menjadi lebih berkembang dan ekonomi tumbuh tinggi,” jelasnya.

Modal ini diharapkan dapat mempermudah akses bagi pelaku usaha tekstil lokal.

Meskipun mendukung penguatan industri tekstil, Chusnunia memberikan catatan penting: upaya ini harus dibarengi dengan antisipasi terhadap persoalan lingkungan hidup.

Ia mengingatkan bahwa industri tekstil merupakan salah satu industri yang berpotensi mencemarkan lingkungan. Langkah pencegahan harus dilakukan agar keberadaan industri tekstil tidak merugikan masyarakat sekitar.

Leave a reply

Iconomics