Komisi VII Agendakan Pemanggilan Pertamina Buntut Kebakaran Depo Plumpang

0
266
Reporter: Rommy Yudhistira

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno menyebut akan memanggil jajaran PT Pertamina (Persero) buntut terbakarnya pipa bahan bakar minyak (BBM) di Plumpang, Jakarta beberapa waktu lalu. Pemanggilan ini menjadi penting untuk mengetahui penyelidikan Pertamina soal itu agar tidak terjadi lagi di masa mendatang.

“Mengingat sebelumnya juga terjadi kasus kebakaran di beberapa kilang Pertamina, seperti di Cilacap dan Balikpapan tahun sebelumnya,” kata Eddy dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Eddy mengatakan, pihaknya juga mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki secara mendalam penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Dalam kasus ini, Pertamina harus bertanggung jawab khususnya mengganti rugi dan membiayai perobatan warga yang menjadi korban kebakaran itu.

Menyoal penyelidikan, kata Eddy, Pertamina pun perlu mengaudit investigasi yang meliputi hal teknis, prosedural, keselamatan, dan manajemen pengelolaan depo.

Sementara itu, rekan Eddy di Komisi VII, Nurhasan Zaidi mengusulkan pembentukan panitia kerja (panja) investigasi terkait peristiwa tersebut. “Kita jelas akan meminta pimpinan Komisi VII agar membentuk panja khusus menginvestigasi SOP dan tata laksana pemeliharaan kilang-kilang dan pipa terminal BBM Pertamina di seluruh Indonesia, supaya jangan sampai ada kejadian serupa terulang,” ujar Nurhasan.

Baca Juga :   Komisi V Desak Kemenhub Tindaklanjuti Seluruh Rekomendasi BPK untuk Pertahankan WTP

Soal kejadian ini, kata Nurhasan, Pertamina harus bertanggung jawab penuh atas kerugian yang ditanggung masyarakat. Kemudian, perlunya Pertamina mengambil langkah preventif terhadap risiko susulan akibat kejadian tersebut.

“Pertamina wajib menjaga stok ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat, karena kita tahu bahwa pipa BBM yang terbakar ini merupakan bagian dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang. TBBM Plumpang adalah salah satu terminal BBM terpenting di Indonesia, yang mensupply ketersedian BBM di Indonesia,” ujar Nurhasan.

Meski ada kejadian begitu, Pertamina memastikan pasokan BBM untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya tetap aman. Soalnya, ada cadangan pasokan dari terminal terdekat yakni TBBM Tanjung Gerem, TBBM Cikampek, dan TBBM Ujung Berung.

“Pasokan BBM juga diamankan melalui dukungan dari Kilang Cilacap dan Balongan yang disalurkan lewat laut ke TBBM Tanjung Priok,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso.

Respons cepat Pertamina tidak hanya pada upaya pemadaman api, kata Fajar, tapi juga fokus membantu warga Plumpang yang terdampak. Sejak Jumat (3/3) malam lalu,  Pertamina telah menyalurkan bantuan di 4 titik yaitu Posko Koramil, Posko Kantor Lurah Tugu Selatan, Posko RPTRA Rasela Rawa Badak, Puskesmas dan Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan.

Baca Juga :   Festival Pasar Senyum Rakyat Besutan Holding Ulta Mikro Pamerkan Daya Saing UMKM

Sebelumnya, kebakaran Depo Pertamina Plumpang terjadi pada Jumat (3/3) lalu yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.20 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat kejadian ini, berdasarkan informasi Koramil Koja 01 pada Minggu (5/3), korban jiwa akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang bertambah menjadi 19 orang. Sementara itu, korban luka-luka mencapai 49 orang dan warga yang mengungsi saat ini mencapai 579 orang.

 

Leave a reply

Iconomics