KPK Ungkap Pengakuan dari Eks Wamenaker IEG Soal Motor Mewah Ducati

0
60
Reporter: Wisnu Yusep

Mertua Menpora Dito

Kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang “menguliti” pengakuan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG).

Terjerat kasus dugaan pemerasan, Immanuel mengakui telah menerima satu unit motor mewah bermerek Ducati sebagai bagian dari suap. Pengakuan ini didapat setelah tim penyidik KPK mendatangi kediaman Immanuel.

“Setelah kami ke yang bersangkutan, menghampiri ke rumahnya, yang bersangkutan mengakui bahwa menerima motor,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu kepada wartawan.

Motor mewah itu, yang disinyalir bernilai fantastis, bukan ditemukan di rumah Immanuel, melainkan disembunyikan di kediaman putranya. “Kami tanya, ‘mana motornya?’ Oh, disimpan di tempat putranya. Jadi, disimpan di rumah putranya, ya kami minta supaya itu diantarkan, dan itu diantarkan,” lanjut Asep.

Terungkapnya Aliran Suap dan Harapan Amnesti yang Sirna

Kasus ini bermula dari dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Immanuel bersama Irvian Bobby dan sembilan orang lainnya, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 22 Agustus 2025.

Baca Juga :   KPK Sita Ribuan Dolar di KPP Madya Jakut, Bukti Baru Dugaan Suap

Menurut KPK, Immanuel menerima uang suap sebesar Rp3 miliar dan satu unit motor Ducati dari Irvian, yang saat itu menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker.

Aliran suap ini diduga sebagai imbalan atas ‘kemudahan’ dalam proses sertifikasi K3. Ironisnya, di hari yang sama saat ditetapkan sebagai tersangka, Immanuel  sempat berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, harapan tersebut pupus setelah Presiden Prabowo mengambil langkah tegas dengan mencopotnya dari jabatan Wamenaker.

Pengakuan Immanuel dan penyitaan motor Ducati ini menjadi babak baru dalam kasus korupsi yang menyeret pejabat publik, menunjukkan bahwa KPK tak akan ragu menindak siapa pun yang terlibat, bahkan jika mereka mencoba menyembunyikan bukti kejahatan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics