BUMN Optimalkan Seluruh Sumber Daya untuk Tangani Pasien Covid-19

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
104

Ilustrasi rumah sakit darurat khusus Covid-19/Voi

PT Pertamina (Persero) telah menyelesaikan persiapan pengalihan fungsi Hotel Patra Jasa sebagai rumah sakit darurat. Sejalan dengan itu, Pertamina telah menetapkan rumah sakit Pertamina Jaya (RSPJ) sebagai rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19.

Direktur SDM Pertamina Kushartanto mengatakan, mempersiapkan rumah sakit darurat dan rumah sakit rujukan merupakan bagian dari peran Pertamina sebagai BUMN membantu penanganan pasien Covid-19 yang terus bertambah.

Langkah ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir guna meningkatkan kapasitas rumah sakit milik BUMN untuk merawat lebih banyak pasien Covid-19 yang terus meningkat. Pertamina juga telah menyiapkan sebanyak 800 tenaga medis dan tenaga pendukung melalui rekrutmen baru dan mendayagunakan SDM yang ada di RSPJ.

“Pertamina menyediakan dua aset Pertamina yakni RS Pertamina Jaya (RSPJ) dan Hotel Patra Comfort, yang letaknya persis bersebelahan di daerah Jakarta Pusat untuk dialihfungsikan menjadi rumah sakit khusus untuk menangani pasien Covid-19,”kata Kushartanto melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (6/4).

Kushartanto menuturkan, sejak Kementerian BUMN mengeluarkan mandat, Pertamina langsung bekerja dengan membangun dan merehabilitasi sarana dan prasarana, penyediaan alat kesehatan serta rekrutmen SDM untuk tenaga medis.

Baca Juga :   Bank BUMN Sedang Berupaya Longgarkan Suku Bunga Kredit Usaha Kecil

“Selama 3 pekan pengerjaan sarana rumah sakit darurat dan rumah sakit rujukan, sudah mencapai sekitar 90%. SDM juga sudah kita siapkan hampir 800 lebih tenaga medis dan tenaga pendukung yang telah diproses melalui rekrutmen dan juga mendayagunakan SDM yang ada di RSPJ,” kata Kushartanto.

Sementara itu, Direktur Utama IHC Fathema menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan bangunan ruang rawat dengan 90 bed modular di arena hotel Patra Jasa.

“Selain itu, rehab dilakukan untuk ruang tempat tidur setingkat intensive Care Unit (ICU) dan Non ICU, laboratorium diagnostic, radiologi serta ruang IGD serta fasilitas pendukung lainnya di RSPJ. Perbaikan area lantai 2 dan 3 sebanyak 48 ruang di RSPJ meliputi pekerjaan arsitektur, plumbing, gas medis, elektrikal, elektronika dan pengadaan instalasi AHU,” kata Fathema.

RS Pertamina Jaya, kata Fathema, juga dilengkapi dengan pusat komando di mana 65 rumah sakit BUMN di seluruh Indonesia terkoneksi, sehingga masing-masing bisa mengetahui di mana rumah sakit yang kekurangan alat dan juga di mana rumah sakit yang masih tersedia kamar. Dengan adanya pusat komando ini memudahkan untuk antisipasi pasien dan juga memastikan layanan prima untuk pasien.

Baca Juga :   Penanganan Covid-19 Diperkirakan Akan Pengaruhi APBN hingga 2022

Fathema menambahkan Pertamina telah menyiapkan sebanyak 65 kamar isolasi dengan Negative Pressure untuk merawat pasien yang positif Covid-19. Fasilitas kesehatan yang disiapkan baik di rumah sakit darurat Covid-19 Hotel Patra Jasa dan RSPJ mengikuti standar yang ditetapkan WHO. Bahkan khusus untuk laboratorium, sudah siap alat tes dari Swiss yang mampu menguji 1.300 sampel setiap harinya.

“Alat ini akan menganalisa asam nukleat yang diekstraksi dari air liur atau lendir pasien dan membandingkannya dengan urutan yang ditemukan pada strain virus corona dan dapat memberikan hasil tes dalam waktu 4 jam,” kata Fathema.

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, selain mengoptimalkan 65 rumah sakit BUMN di seluruh Indonesia, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur rumah sakit darurat khusus Covid-19. Lalu, untuk diketahui BUMN secara bahu membahu sudah melakukan banyak hal untuk mendukung upaya menanggulangi dampak Covid-19.

Termasuk, santunan untuk tenaga kesehatan, distribusi alat kesehatan yang dibutuhkan seperti masker, APD, hand sanitizer ditambah lagi bantuan sembako untuk mereka yang terdampak.

Baca Juga :   Faisal Basri: “Stimulus” Pemerintah untuk Covid-19 Hanya Rp 73,4 T

”Kami di Kementerian BUMN terus berperan aktif membantu menangani pasien Covid-19 serta melakukan upaya-upaya pencegahan penyebarannya. Untuk menangani Covid-19 ini, tes menjadi sangat penting, minggu ini mesin untuk memproses hasil tes Covid-19 di RSPJ dapat segera digunakan. Mesin yang sanggup membaca lebih dari 1.300 tes per hari itu merupakan bentuk sinergi dari sejumlah BUMN,” kata Erick.

Leave a reply