Polri Sita Hampir Rp60 Miliar dari Kafe Milik Jampidsus Febrie

0
63
Reporter: Wisnu Yusep

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyita uang tunai hampir Rp60 miliar dalam penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, Jakarta Selatan, Rabu (08/07/2026).

Penyitaan uang tunai di cafe milik Jampidsus Febrie Ardiansyah itu dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Polisi, Totok Suharyanto mengungkapkan uang yang diamankan terdiri dari 3,13 juta dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang tunai Rp259,1 juta.

“Setelah dikonversi ke rupiah, nilainya mencapai hampir Rp60 miliar. Seluruhnya ditemukan di lokasi de’Clan,” ujar Totok di Jakarta, Rabu (08/07/2026).

Selain uang tunai, kata Totok, penyidik turut menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik, termasuk telepon genggam yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.

Dalam operasi yang sama, tim penyidik juga menggeledah Koin Money Changer di kawasan Jakarta Selatan. Dari lokasi tersebut, lanjut Totok, petugas menyita uang dalam berbagai mata uang asing dengan nilai setara sekitar Rp7,2 miliar.

Baca Juga :   Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.600, Gubernur BI Yakin Kembali Menguat ke Rp16.200–Rp16.800

“Barang bukti sudah kami sita dan saat ini dibawa ke Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut,” kata Totok.

Sebagaimana diketahui, penggeledahan ini merupakan bagian dari pengusutan dugaan korupsi tata kelola batu bara yang diduga menjadi salah satu pemicu gangguan pasokan listrik di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Selain itu, penyidik juga mendalami dua perkara lain, yakni dugaan korupsi terkait pengelolaan dana asuransi Asabri dan Jiwasraya periode 2020–2025, serta kasus dugaan pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang berada dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Totok memastikan penyidikan masih terus berlangsung untuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam ketiga perkara tersebut.

Leave a reply

Iconomics