Dukung Program MBG, Ajinomoto Nilai Sertifikat Halal Penting untuk Produsen Makanan
PT Ajinomoto Indonesia mencatat peningkatan penjualan produk, karena faktor pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Gencarnya program MBG membuat penjualan dan keuntungan Ajinomoto meningkat.
Karena itu, kata Direktur Ajinomoto Indonesia Hermawan Prajudi, pihaknya mendukung penuh program yang bertujuan untuk memperbaiki gizi masyarakat Indonesia itu.
“Jadi kami bersyukur. Terima kasih untuk pemerintah. Dampak tidak langsung MBG penjualan kami meningkat, dan keuntungan kami juga meningkat,” kata Hermawan dalam The Iconomics Marketing & Halal Summit di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (22/1).
Sebagai perusahaan yang patuh terhadap regulasi, kata Hermawan, Ajinomoto telah memiliki sertifikat halal pada 1998. Setelah ada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ajinomoto pun mengikuti aturan yang berlaku dengan memiliki sertifikat halal dari BPJPH.
“Kami termasuk pionir, khususnya untuk (produk) MSG. Sekarang semua sertifikat halal adalah BPJPH,” tambah Hermawan.
Implementasi halal, lanjut Hermawan, juga diberlakukan dalam operasional produksi, termasuk edukasi tentang halal untuk karyawan. Dalam 2 tahun sekali, anggota komite halal di semua lini akan mendapat pelatihan tentang halal.
“Ini kita teruskan. Bagi peserta yang sudah mendapatkan training, harus meneruskan ilmunya, pemahaman tentang halal untuk semua karyawan di masing-masing departemen,” tuturnya.
Bagi Ajinomoto, kata Hermawan, halal tidak hanya sekadar label, namun telah menjadi gaya hidup. Ajinomoto menilai sertifikat halal sesuatu yang penting dimiliki produsen makanan di Indonesia. Dengan sertifikat halal itu, Ajinomoto berkomitmen dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
“Kemudian halal penting untuk menaikkan kredibilitas perusahaan, dan penerimaan pasar. Halal dan halal logo akan memperkuat kepercayaan dari konsumen,” ujarnya.