Loreal Indonesia Sebut Penggunaan Energi Terbarukan di Semua Lini Operasionalnya Capai 100%

0
95
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Loreal Indonesia menyebut telah mencapai 100% energi terbarukan di seluruh lini operasionalnya. Setelah beralih ke energi terbarukan sejak 2014, pabrik Loreal Indonesia terus berupaya mengejar target 100% melalui peralihan penggunaan gas ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Presiden Direktur Loreal Indonesia Junaid Murtaza mengatakan, pihaknya memulai pengadaan energi terbarukan dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PLN Kracak di pabrik Loreal Cikarang. Kemudian, pada 2017, kantor pusat dan gudang Loreal turut beralih ke energi terbarukan.

Selanjutnya di 2023, kata Junaid, perusahaan memperkuat komitmen menghilangkan penggunaan gas, dengan memasang boiler listrik sebagai teknologi pemanas yang lebih berkelanjutan di pabrik Loreal. Upaya transformasi tersebut, sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan melalui slogan Loreal for the Future, dan misi pemerintah mempercepat dekarbonisasi sebagai bagian dari target net zero emission Indonesia pada 2060.

“Sebagai pelopor industri kecantikan dan gerakan keberlanjutan, L’Oréal antusias menyambut seruan peningkatan kesadaran untuk produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan oleh pemerintah maupun konsumen,” kata Junaid dalam keterangan resminya di pabrik Loreal Indonesia Plant, Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (7/3).

Baca Juga :   Menteri PUPR Bersama Sergek Project Bahas Energi Hijau hingga Lalu Lintas Berbasis AI di IKN

Sementara itu, Direktur Kimia Hilir Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari menambahkan, pemerintah mengapresiasi langkah dan inisiatif Loreal Indonesia itu. Transisi energi yang dijalankan Loreal mencerminkan pendekatan proaktif dalam meningkatkan daya saing industri, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

Hal itu, kata Emmy, bisa menjadi suatu model yang sejalan dengan tujuan Indonesia untuk sektor industri yang lebih berkelanjutan. “Kami mengapresiasi L’Oréal Indonesia atas kepemimpinan strategisnya di industri kecantikan Indonesia untuk memenuhi permintaan produksi pasar domestik dan ekspor, sekaligus menjadi teladan dalam keberlanjutan operasional,” ujar Emmy.

Sedangkan Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Lautan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dasrul Chaniago mengatakan, untuk menuju target net zero emission 2060, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya para produsen. Dengan begitu, upaya kolektif dari sektor industri untuk mengejar dekarbonisasi dapat tercapai.

“Mari kita bersatu dalam perjalanan transformatif ini, memastikan warisan kemakmuran yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tutur Dasrul.

Leave a reply

Iconomics