Selain Jadi Perusahaan Logistik dan Distribusi, JNE Berperan Penting Dukung Ekosistem Halal Nasional
PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) berperan penting mendukung ekosistem halal nasional. JNE karena itu tidak hanya menjadi perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis logistik dan distribusi.
Berbekal sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), JNE resmi menjadi perusahaan ekspedisi barang yang menjalankan aktivitas logistik sesuai prinsip umum hukum syariah.
Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head JNE Samsul Jamaludin menuturkan, dalam menjalankan operasional bisnis, JNE memiliki infrastruktur halal yang menerapkan pemisahan fisik, dan tata letak gudang untuk mencegah kontaminasi silang.
Selain itu, kata Samsul, JNE pun turut menerapkan penyimpanan halal dengan zona, rak, atau cold storage terpisah untuk produk halal. Kemudian, pembersihan fasilitas berbasis sistem jaminan produk halal (SJPH), pembersihan kendaraan dan alat muat sesuai SJPH-ISO, dan sistem end to end traceability, serta tracking.
“Diwakili dengan 64 cabang utama yang ada di seluruh Indonesia. Kami juga punya fasilitas sorting mesin, mega-hub yang mampu sortir barang-barang 48 ribu per jam. Dan itu beroperasi selama 24 jam,” kata Samsul dalam The Iconomics Marketing & Halal Summit di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (22/1).
Dengan menerapkan halal logistik, lanjut Samsul, JNE menilai pasar halal memiliki peluang besar, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Karena itu, JNE hadir untuk melayani konsumen dengan menyediakan jasa logistik bersertifikasi halal.
“Kami hadir untuk mengirimkan, mendistribusikan barang dari titik ke titik lainnya. Mudah-mudahan tidak ada atau belum ada ilmu yang bisa menggantikan dengan cepat proses mutasi barang, atau perpindahan barang sekejap. Sehingga masih tetap membutuhkan perusahaan distribusi,” ujar Samsul.
Masih kata Samsul, JNE memandang penerapan logistik halal pada jasa kurir dan distribusi berpotensi strategis mendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri halal di Indonesia.
“Kami yakini penerapan halal di logistik merupakan suatu potensi yang baik sekali untuk kita tumbuh. Bagaimana kita membangun dan memperkuat industri halal di Indonesia,” katanya.