Maret 2023, Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus, Tetapi Trennya Melemah

0
271

Pada Maret 2023 neraca perdagangan Indoneisa melanjutkan tren surplus selama 35 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Namun surplus neraca perdagangan pada Maret 2023 mengalami perlambatan dibandingkan Februari 2023 karena peningkatan impor lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor.

“Pada Maret 2023 neraca perdagangan barang kembali mencatat surplus yaitu sebesar US$2,91 miliar. Neraca perdagangan barang Indonesia sampai Maret 2023 surplus selama 35 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Namun kita lihat bahwa surplus pada Maret 2023 ini sebenarnya melemah apabila kita bandingkan dengan bulan sebelumnya,” jelas Deputi Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Imam Mahdi dalam konferensi pers, Senin (17/4).

Sebagai kilas balik, pada Februari 2023 lalu, surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$5,46 miliar. Sementara pada Januar 2023, surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$3,88 miliar.

Lebih lanjut Imam menjelaskan surplus neraca perdagangan sebesar US$2,91 miliar pada Maret 2023, terutama terjadi karena surplus sebesar US$4,58 miliar pada neraca peradgangan non migas dengan komoditas penyumbang surplus utama yaitu bahan bakar mineral (HS27), lemak dan hewan nabati (HS15), serta besi dan baja (Hs72).

Baca Juga :   Oktober 2021 Terjadi Inflasi 0,12%, Terutama Karena Kenaikan Harga pada Sektor Transportasi

Sedangkan neraca perdagangan komoditas migas pada Maret 2023 tercatat defist sebesar US$1,68 miliar dengan komoditas penyumbang defisit utama yaitu minyak mentah dan juga hasil minyak.

BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia Maret 2023 mencapai US$23,50 miliar atau naik 9,89 persen dibanding ekspor Februari 2023. Dibanding Maret 2022, nilai ekspor turun sebesar 11,33 persen. Ekspor nonmigas Maret 2023 mencapai US$22,16 miliar, naik 9,71 persen dibanding Februari 2023, sementara itu turun 11,70 persen jika dibanding ekspor nonmigas Maret 2022.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2023 mencapai US$67,20 miliar atau naik 1,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$63,19 miliar atau naik 0,55 persen.

Di sisi impor, nilai impor Indonesia Maret 2023 mencapai US$20,59 miliar, naik 29,33 persen dibandingkan Februari 2023 atau turun 6,26 persen dibandingkan Maret 2022. Secara kumulatif, nilai impor Januari-Maret 2023 sebesar US$56,81 miliar.

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Maret 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal US$896,5 juta (10,50 persen) dan barang konsumsi US$125,5 juta (2,73 persen), namun bahan baku/penolong turun US$2.884,0 juta (6,60 persen).

Leave a reply

Iconomics