Realisasi Investasi Langsung Tahun Lalu Lampaui Target BKPM, Luar Jawa Mendominasi

0
372

Realisasi investasi langsung baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada tahun 2020 lalu mencapai Rp826,3 triliun, naik 2,1% dibandingkan realisasi investasi tahun 2019. Tingkat penyerapan tenaga kerja dari investasi tersebut mencapai 1.156.361 orang dari 153.349 proyek investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi pada tahun lalu tersebut mencapai 101,1% di atas target yang ditetapkan oleh BKPM yaitu sebesar Rp817,2 triliun.

“Sekalipun di era pandemi, saya katakan di awal bahwa target realisasi investasi kita di tahun 2020 sebelum pandemi itu kan Rp886 triliun. Tetapi kemudian pandemi kita revisi menjadi Rp817 triliun,” ujar Bahlil saat konferensi pers, Senin (25/1).

Komposisi antara PMDN dan PMA hampir berimbang dimana PMDN sebesar 50,1% atau Rp413,5 triliun, naik 7% YoY. Kemudian PMA sebesar 49,9% atau Rp4122,8 triliun, turun 2,4% YoY.

“Di era pandemi Covid peran PMDN sangat luar biasa sekali. Jadi kita tidak bisa lagi membeda-bedakan antara PMA yang harus prioritas dibandingkan PMDN, enggak lagi. Karena PMDN cukup luar biasa, mereka sebagai benteng pertahananan terhadap realisasi investasi di era pandemi,” ujar Bahlil.

Baca Juga :   Hilirisasi Nikel akan Dijadikan Prototipe Hilirisasi Komoditas Lainnya

Meski PMA turun, tetapi Bahlil mengatakan penurunannya tidak sedrastis yang diramalkan oleh berbagai lembaga internasional yang memperkirakan PMA di seluruh dunia akan mengalami kontraksi 30% hingga 40% akibat pandemi.

Hal menarik lainnya adalah investor kini semakin melirik wilayah di luar Jawa seiring dengan pembangunan infrasruktur yang masif selama beberapa tahun terakhir di luar Jawa. Realisasi investasi di luar Pulau Jawa pun pada tahun 2020  mencapai Rp417,5 triliun atau 50,5% dari total investasi, naik 11,3% YoY. Pada tahun 2019 lalu, porsi investasi di luar Jawa masih sebesar 46,3% (Rp375 triliun).

Sedangkan total investasi di Pulau Jawa pada tahun 2020 mencapai Rp408,8 triliun atau 49,5% dari total investasi, turun 5,9% YoY. Pada  tahun 2019, porsi investasi di Pulau Jawa sebesar 53,7% (434,6 triliun).

“Ini sebagai bukti investor baik dari dalam maupun dari luar negeri, tidak lagi menjadikan Jawa sebagai satu-satunya alternatif untuk menanamkan investasinya. Jadi sekarang sudah mulai merata, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan bahkan mungkin ke depan dalam rangka hilirisasi dan transformasi ekonomi, di wilayah-wilayah kawasan timur, Kalimatan, dan Sumatera itu akan melambung,”ujar Bahlil.

Baca Juga :   Realisasi Investasi Mencapai Rp498,79 Triliun di Kuartal I-2026

Secara sektoral, lima sektor dengan porsi investasi besar pada tahun 2020 adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp144,8 triliun; sektor listrik, gas dan air sebesar Rp102 triliun; sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp94,8 triliun; sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp76,4 triliun dan sektor konstruksi sebesar Rp71 triliun.

Di lihat dari negara asal untuk PMA, mayoritas berasal dari Singapura sebesar  US$9,8 miliar. Disusul, RRT sebesar US$4,8 miliar; Hongkong sebesar US$3,5 miliar; Jepang sebesar US$2,6 miliar dan Korea Selatan sebesar US$1,8 miliar.

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics