PP Targetkan Pertumbuhan Penjualan hingga Rp 21 T pada 2025

0
32
Reporter: Rommy Yudhistira

PT PP Tbk (Persero) membukukan raihan kontrak atau order book Rp 48 triliun per Desember 2023. Dari angka tersebut, PP menargetkan penyelesaian kontrak-kontrak tersebut dengan rentang waktu 2 hingga 3 tahun ke depan.

Sekretaris Perusahaan PT PP Bakhtiyar Efendi mengatakan, konsentrasi utama perusahaannya menyelesaikan proyek-proyek yang sudah berjalan, dan proyek yang ada dalam order book. Dengan adanya raihan kontrak tersebut, PP menargetkan pertumbuhan penjualan hingga Rp 21 triliun pada 2025.

“Jadi tumbuh sedikit dari total order book yang masih banyak Rp 48 triliun. Itu masih ada tahun kedua dan ketiga. Dominasinya masih di proyek-proyek strategis nasional, proyek IKN,” kata Bakhtiyar dalam acara media gathering di Toby’s Estate Gunawarman, Jakarta, Kamis (21/3) kemarin.

Dari total target itu, kata Bakhtiyar, kontribusi proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menyumbang sekitar Rp 6 triliun pada 2024. Lalu, PP sebelumnya sudah membukukan nilai penjualan sebesar Rp 3 triliun di IKN pada 2023, sehingga total nilai kontrak yang berhasil diraih PP dari IKN sebesar Rp 11,2 triliun.

Baca Juga :   Menakar Pertumbuhan DKI Pasca-Vaksinasi dan Masa Depan Kaum Milenial

“IKN ini juga masih jadi komponen utama dari proyek-proyek yang ada di PP. Baik itu kontrak baru maupun di pendapatan,” ujar Bakhtiyar.

Dari sisi laba perusahaan pada 2023, lanjut Bakhtiyar, terdapat penurunan laba konsolidasi sebesar Rp 127 miliar di PP Group. Meski demikian, dari sisi induk, PP memperoleh laba sekitar Rp 481,36 miliar, jumlah tersebut naik 77% dari pencapaian laba di tahun sebelumnya sebesar Rp 271,69 miliar.

Laba yang menurun di tingkat grup itu, kata Bakhtiyar, terdapat persoalan di anak usaha, terutama di sektor properti yang masih mengalami kendala bisnis. Ditambah pula upaya PP untuk menyehatkan perusahaan sehingga beberapa pengembangan proyek properti terpaksa harus dihentikan.

Walau begitu, kata Bakhtiyar, PP berencana mendanai kembali atau refinancing anak-anak perusahaan yang bergerak di sektor properti. Langkah tersebut sebagai cara mengembalikan laba grup yang tergerus pada periode 2023.

“Jadi kita kemarin (2023) cukup bagus di sisi induk PT PP (Persero). Cuma di sisi investasinya agak kurang, itu yang membuat konsolidasian agak sedikit menurun di tahun ini,” ujar Bakhtiyar.

Baca Juga :   Kunjungi IKN Baru, Puan Maharani Sebut DPR Siap Kawal Pembangunannya

Sementara itu, kata Baktiyar, PT PP sudah menyusun strategi excellence construction untuk menyambut tantangan yang ada. Dengan rencana tersebut, PP berupaya untuk menjadikan perusahaan konstruksi yang lebih baik lagi dan sebagai perusahaan konstruksi yang bisa bersaing di tingkat Asean.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Bakhtiyar, langkah yang ditempuh PP di antaranya lewat mengerjakan proyek North-South Commuter Railway di Filipina. Melalui rencana excellence construction, PP akan memperkuat manajemen risiko perusahaan dan program tata kelola lingkungan sosial, serta perusahaan (ESG).

“Manajemen risiko kita semakin selektif, mengambil proyek-proyek yang pendanaannya bagus, supaya menguntungkan. Tentunya itu pasti harus membuat kelas PP semakin bagus,” tutur Bakhtiyar.

Leave a reply

Iconomics