Berawal dari Tugas Sekolah, Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) Resmi Tercatat di BEI dengan Kapitalisasi Pasar Sekitar Rp200 Miliar

1
156

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menjadi salah satu dari tiga perusahaan yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 12 Februari 2024.

Perusahaan yang fokus pada desain interior dan pembuatan custom furniture ini melepaskan 480 juta saham ke investor publik. Dengan harga Rp103 per saham, dana yang diraup dari penawaran umum perdana saham ini sebesar Rp49,44 miliar.

Richie Adrian Hartanto, Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk mengatakan Perseroan berdiri pada 13 tahun lalu, bermula dari tugas akhir sekolah.

“Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi kami, karena masih teringat dengan jelas, tepat di hari ini 13 tahun yang lalu, kami memulai bisnis ini sebagai tugas akhir dari sekolah kami,” ujar Richie saat menyampaikan sambutan pada seremoni pencatatan perdana saham MEJA di Main Hall BEI, Senin, 12 Februari.

PT Harta Djaya Karya Tbk berdiri pada tahun 2012. Berdasarkan akta pendirian, tiga pemilik awal perusahaan ini adalah Richie Adrian Hartanto, Demetrus Edo Djayaputra dan Aan Saputri. Richie Adrian Hartanto dan Demetrus Edo Djayaputra masing-masing memiliki 45% saham, sedangkan Aan Saputri sebesar 10%.

Baca Juga :   Resmi Tercatat di BEI, Harga Saham Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) Naik 34,29%

Richie Adrian Hartanto mengatakan saat didirkan, impian mereka adalah perusahaan ini memiliki jaringan bisnis yang luas di bisnis interior dan furnitur, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri.

Impian itu sempat menghadapi tantangan besar yaitu Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia pada 2020 hingga 2022. Namun, tantangan itu berhasil dilalui karena “kami terus berjuang dan menjaga sikap positif untuk bertahan.”

“Setelah melalui berbagai rintangan dan tantangan, pasca pandemi, kami bersama-sama merajut kembali rencana kami dan menetapkan langkah-langkah untuk tetap bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Saat ini, PT Harta Djaya Karya Tbk, telah melayani ratusan klien di seluruh Indonesia dari berbagai sektor bisnis.

“Rencana masa depan kami adalah memasuki bisnis retail furniture guna memenuhi permintaan akan barang furnitur berkualitas dengan modal terjangkau bagi semua kalangan masyarakat,” ujarnya.

“Kami akan menggunakan sebanyak mungkin bahan lokal dan mendukung pengrajin furnitur UMKM Indonesia untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang sangat kompetitif,” tambahnya.

Baca Juga :   UMKM Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra Berhasil IPO, Meraup Dana Rp71,4 Miliar

Untuk apa dana hasil IPO?

Pada hari pertama debutnya di lantai Bursa, harga saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dibuka pada harga Rp113 per saham, atau naik 9,71% dari harga perdana Rp103 per saham. Namun, harga sahamnya kemudian bergerak naik turun, hingga sempat menyentuh level terendah Rp93 per saham.

“IPO yang kami lakukan bukan hanya untuk mendapatkan modal, tetapi juga untuk meningatkan visibilitas dan membangun kepercayaan di mata publik,” ujar Richie Adrian Hartanto.

Mayoritas dana hasil IPO, yaitu 72% dari total dana hasil IPO – Rp49,44 miliar – digunaka untuk  untuk modal kerja Perseroan antara pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain interior dan pengadaan furnitur.

Perseroan meyakini, IPO yang dilakukan ini akan membantu mempercepat pertumbuhan perusahaan. IPO memungkinkan Perseroan memiliki lebih banyak opsi untuk pengembangkan produk, memperluas layanan dan memasuki pasar-pasar yang baru.

IPO, kata Richie Adrian Hartanto, “bukan hanya sebagai tonggak baru,” tetapi juga “sebagai awal dari perjalanan kami untuk membangun perusahaan yang dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.”

Baca Juga :   Hari Pertama Tercatat di BEI, Harga Saham UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) Naik Menyentuh ARA

“Sesuai dengan impian kami sejak awal mulai bisnis ini, secara pribadi saya sebagai pendiri dan direktur utama perusahaan merasa bangga bahwa dengan sumber daya yang terbatas, kami berhasil membangun perusahaan ini dari sekala kecil hingga saat ini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp200 miliar,” ujarnya.

Pencapaian ini, katanya, merupakan impian yang menjadi kenyataan, yang terjadi karena ketekunan, konsistensi, komitmen dan dedikasi seluruh tim PT Harta Djaya Karya dalam membangun bisnis ini.

“Perusahaa ini seperti anak yang kami besarkan dari kecil dan kini telah tumbuh menjadi entitas yang kuat dan mampu melakukan banyak hal,” ujarnya.

1 comment

Leave a reply

Iconomics