HSBC Siapkan US$ 1 Miliar Bidik Pasar Ekonomi Digital Asean

0
33
Reporter: Rommy Yudhistira

PT HSBC Indonesia menyiapkan senilai US$ 1 miliar untuk mengakselerasi ekspansi perusahaan digital di kawasan Asean. Melalui program pendanaan Asean Growth Fund, HSBC membidik potensi pertumbuhan ekonomi digital di Asean.

Presiden Direktur HSBC Indonesia Francois de Maricourt mengatakan, pihaknya sangat antusias dengan semakin berkembangnya perekonomian digital di kawasan Asean. Langkah tersebut sekaligus menyambut perkiraan nilai ekonomi digital Asean yang diperkirakan menyentuh US$ 360 miliar pada 2030.

“Indonesia merupakan pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asean. Karena itu, kami dengan bangga meluncurkan HSBC Asean Growth Fund dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan digital untuk mendukung memperluas ekspansi bisnis mereka di kawasan Asean dan sekitarnya,” kata Francois dalam media gathering di Penang Bistro Pakubuwono, Jakarta, Rabu (27/3).

HSBC Growth Fund, kata Francois, akan fokus membidik perusahaan-perusahaan yang ingin berekspansi ke pasar Asia Tenggara. Pendanaan tersebut termasuk mendukung perusahaan di sektor ekonomi baru, korporasi, dan lembaga keuangan non-bank.

Kemudian, kata Francois, HSBC akan mempertimbangkan metrik operasional bisnis yang berkaitan dengan portofolio aset generatif arus kas perusahaan. Dengan pengalaman 140 tahun di Indonesia, HSBC berkomitmen untuk terus mendukung pelaku bisnis dan dunia usaha agar dapat berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi global.

Baca Juga :   Ekosistem Digital, Cara Perusahaan Memenangkan Pertarungan Bisnis

“Peluncuran pendanaan terbaru ini memungkinkan kami untuk lebih mendukung perusahaan-perusahaan ekonomi baru (new economy) di Indonesia dan Asean, termasuk start-up maupun perusahaan yang sedang berkembang, seiring dengan ekspansi mereka ke Asean dan akselerasi siklus bisnis,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director Wholesale Banking HSBC Riko Tasmaya menambahkan, adopsi teknologi digital berkembang dengan pesat di Asean. Untuk menyeimbangkan kemajuan tersebut, dunia usaha membutuhkan mitra perbankan digital yang bisa mendukung kemajuan usaha mereka.

Di sisi lain, kata Riko, perusahaan juga menginginkan solusi perdagangan dan pembayaran yang nyaman, dan mudah. Dengan solusi yang tersedia, para pebisnis akan mendapatkan lebih banyak waktu untuk fokus pada strategi dan ekspansi bisnisnya.

“Tidak hanya itu, mitra perbankan harus sepenuhnya memahami peraturan dan budaya yang berbeda, serta menggunakan keahlian yang mumpuni untuk merumuskan solusi yang optimal, selain juga mampu memenuhi kebutuhan mendasar strategi pertumbuhan lintas negara untuk memastikan keberhasilan ekspansi bisnis, baik itu di Asean atau sekitarnya,” ujar Riko.

Leave a reply

Iconomics