Setiap Fraksi Diminta Pandangannya soal RAPBN 2024 yang Fokus pada 4 Ini, Apa Saja?

0
331
Reporter: Rommy Yudhistira

Setiap fraksi di DPR diminta menyampaikan pandangannya atas materi Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. Hal itu sesuai dengan Peraturan DPR tentang Tata Tertib tahun 2020.

“Sesuai dengan hasil keputusan rapat konsultasi pengganti rapat Badan Musyawarah (Bamus), pada 3 April 2023, pandangan fraksi-fraksi atas materi yang disampaikan pemerintah mengenai KEM PPKF RAPBN tahun 2024 akan dilaksanakan pada 23 Mei 2023,” kata Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/5).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam laporannya mengatakan, arah kebijakan belanja negara pada 2024 akan difokuskan kepada 4 hal. Pertama, dalam jangka pendek belanja negara diarahkan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi, terutama berbagai masalah struktural seperti kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengendalian inflasi, dan peningkatan investasi.

Sedangkan untuk jangka menengah, kata Sri Mulyani, belanja negara digunakan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, dan mendukung hilirisasi sumber daya alam melalui deregulasi dan penguatan institusi. Kedua, belanja negara akan digunakan mendorong efisiensi kebutuhan dasar untuk memenuhi prioritas nasional yang berorientasi pada result base budget execution.

Baca Juga :   Campur Tangan Politik di BUMN Dinilai Tidak Bisa Dihindari, Ini Alasannya

Ketiga, lanjut Sri Mulyani, mendorong subsidi agar tepat sasaran, dan juga melakukan efektivitas program perlindungan sosial melalui akurasi data, perbaikan mekanisme penyaluran, serta sinergi program. Keempat, melakukan penguatan sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah melalui implementasi KEM PPKF.

“Penguatan efisiensi dan efektivitas belanja tidak hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semata, namun juga untuk memeratakan kesejahteraan dan pembangunan, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan baik antar golongan, maupun antar wilayah,” kata Sri Mulyani.

Berikut asumsi makro perekonomian Indonesia pada 2024:

– Pertumbuhan ekonomi: 5,3-5,7%
– Inflasi: 1,5-3,5%
– Nilai tukar rupiah: Rp 14.700-Rp 15.300 per US$
– Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun: 6-6,91%
– Harga minyak mentah US$75-US$ 85 per barel
– Lifting minyak: 597=652 ribu barel per hari
– Lifting gas: 999.000-1,05 juta barel setara minyak per hari

Leave a reply

Iconomics