Garuda Terapkan Skema Bagasi Sesuai Jumlah Koli atau Piece Concept

0
9
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menerapkan skema bagasi tercatat berdasarkan jumlah koli atau piece concept. Ketentuan tersebut berlaku bagi tiket yang diterbitkan pada 1 September 2026, dan setelahnya.

Direktur transformasi Garuda Indonesia Neil Raymond Mills mengatakan, pengguna jasa dengan tiket yang diterbitkan sebelum 1 September 2026 tetap mengikuti ketentuan bagasi sebelumnya, atau sebagaimana yang tercantum pada tiket. Termasuk apabila jadwal perjalanan berlangsung setelah tanggal implementasi piece concept.

“Implementasi piece concept merupakan bagian dari transformasi Garuda Indonesia dalam memodernisasi layanan sekaligus memberikan kepastian yang lebih baik bagi penumpang,” kata Neil dalam keterangan resminya pada Senin (13/7).

Untuk penerbangan domestik, kata Neil, pengguna jasa economy class mendapatkan 1 koli dengan berat maksimum 23 kilogram (kg). Pengguna jasa business class dan first class memperoleh alokasi yang sama dengan berat maksimum masing-masing 32 kg, atau total 64 kg.

Pada penerbangan internasional, jasa economy class menerima alokasi 2 koli dengan berat maksimum 23 kg, atau total 46 kg. Adapun pengguna jasa business class dan first class memperoleh 2 koli dengan berat maksimum masing-masing 32 kg, atau total 64 kg.

Baca Juga :   Garuda Indonesia Fasilitasi Repatriasi Kura-Kura Leher Ular Rote dari Singapura

Bila dibandingkan dengan skema weight concept sebelumnya, kata Neil, piece concept menghadirkan peningkatan total alokasi bagasi yang bervariasi sesuai rute, dan kelas penerbangan.

Alokasi bagasi penerbangan domestik untuk economy class meningkat dari 20 kg menjadi 23 kg. Business class dari 40 kg menjadi 64 kg, dan first class dari 50 kg menjadi 64 kg.

Sedangkan penerbangan internasional, alokasi bagasi economy class meningkat dari 30 kg menjadi 46 kg. Business class dari 40 kg menjadi 64 kg, serta first class dari 50 kg menjadi 64 kg.

“Skema piece concept telah digunakan secara luas dalam industri penerbangan global. Implementasinya di Garuda Indonesia diharapkan dapat memperkuat standarisasi layanan, mendukung kelancaran penanganan bagasi, serta memberikan kepastian yang lebih baik bagi pengguna jasa, termasuk ketika melanjutkan perjalanan pada jaringan penerbangan internasional,” tambah Neil.

Garuda Indonesia pun mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan barang bawaaan, dengan memperhatikan jumlah koli dan batas berat pada setiap koli. Juga meminta pengguna jasa untuk mempelajari ketentuan piece concept, termasuk alokasi bagasi berdasarkan rute, kelas penerbangan, dan kategori tiket pada lama resmi Garuda Indonesia di https://www.garuda-indonesia.com/id/id/new-baggage-policy.

Baca Juga :   Pengelolaan Dana Tapera dengan MI Gunakan Skema KIK

“Melalui modernisasi ini, kami berharap dapat memberikan nilai manfaat yang semakin optimal serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan konsisten, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan yang berlaku,” ujar Neil.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics