APPRI Nilai Keterbukaan Informasi, Data, dan Transparansi Masih Jadi Tantangan Kolaborasi dengan Pemerintah
Asosiasi Perusahaan Public Relation Indonesia (APPRI) menilai keterbukaan informasi, data, dan transparansi masih menjadi tantangan kolaborasi bersama pemerintah. Dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah, industri PR kerap menghadapi mekanisme yang dinilai rumit.
Padahal, kata Ketua Umum APPRI Sari Soegondo, insan PR sangat terbuka untuk membantu, dan mendukung program yang dijalankan pemerintah. Mekanisme engagement yang tepat untuk membantu pemerintah, itu rasanya masih menjadi pekerjaan rumah.
“Orang-orang seperti kami, banyak dimintai pendapat, tetapi pemerintah mungkin belum tahu cara menggunakan jasanya. Masih lebih banyak ad hoc, sehingga hit and run,” kata Sari dalam acara The Iconomics 6th Indonesia Public Relation Summit 2025 di Auditorium Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (8/8).
Sebab, kata Sari, untuk mencapai tujuan bersama dibutuhkan kolaborasi jangka panjang, yang bisa menyentuh inti dari strategi-strategi yang dikerjakan. “Jadi kalau dengan pemerintah kami merasakan tantangan kolaborasi yang masih kita hadapi itu ada,” ujar Sari.
Secara garis besar, kata Sari, kolaborasi bagi APPRI merupakan suatu langkah untuk membangun reputasi. Reputasi yang dimaksud yakni reputasi bagi mitra kerja, reputasi bagi perusahaan konsultan, dan reputasi untuk industri PR.
Karena itu, kata Sari, pihaknya berupaya bekerja sama dengan pemerintah, pemain industri komunikasi, kalangan akademisi, klien, dan konsultan PR. Dari sisi pemerintah, APPRI mendukung program prioritas nasional, atau yang berkaitan dengan isu utama pemerintah. Kemudian, kerja sama dengan pemain industri komunikasi yakni menjalin hubungan dengan media, jurnalis, dan operator media sosial, untuk keuntungan bersama, dengan tetap menjaga independensi.
Sementara itu, kata Sari, kolaborasi dengan kalangan akademisi yakni membantu pengembangan ilmu pengetahuan, memperbarui kurikulum, dan menjembatani industri, dengan pendidikan.
Dengan klien, APPRI membantu pihak swasta, publik, dan non-profit dalam mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan. Sedangkan dari sisi perusahaan konsultan PR, APPRI berupaya untuk saling melengkapi kompetensi, berbagi sumber daya, dan menyamakan standar profesional.
“Kolaborasi bersama dalam membangun reputasi dasarnya kita menghadapi 3 sisi. Tentunya untuk klien/mitra kerja. Kedua bagi reputasi bagi para praktisi (PR). Kemudian juga kita semua sebagai pelaku komunikasi humas punya beban besar untuk membangun industri PR,” kata Sari.