Bukit Asam Cetak Kinerja Positif, Pendapatan Usaha Capai Rp 22,03 T atau Naik 8% YoY

0
9
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencetak kinerja positif pada Semester I/2026. Buktinya pendapatan usaha mencapai Rp 22,03 triliun atau naik 8% secara tahunan (yoy).

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, meski volume penjualan turun 2% yoy, pendapatan usaha masih tercatat positif berkat naiknya Newcastle Index sebesar 25% yoy, dan ICI-3 naik 15% yoy.

Porsi penjualan domestik mendominasi 51%, dan ekspor mencapai 49% hingga akhir Juni 2026. Ada 5 negara tujuan ekspor terbesar yakni Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

“Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan,” kata Bambang dalam keterangan resminya pada Kamis (3/9).

Dari sisi laba, kata Bambang, PTBA mencatat laba bersih sebesar Rp 2,65 triliun. Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 4,27 triliun, dengan net profit margin, dan EBITDA margin berturut-turut pada angka 12% dan 19%.

Baca Juga :   Pertamina Catatkan Laba Sebesar Rp 72,7 T di 2023 atau Naik 17% Dibanding 2022

“Di tengah momentum penguatan harga batubara global, perseroan mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran,” ujar Bambang.

Masih soal kinerja, kata Bambang, total aset PTBA mencapai Rp 38,10 triliun, naik 10% dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp 43,92 triliun. Peningkatan aset didorong dari lonjakan kas, dan setara kas, serta piutang usaha.

Total liabilitas 6 bulan pertama 2026 naik 7% menjadi Rp 22,62 triliun dari posisi akhir Desember 2025 Rp 21,30 triliun. Sedangkan ekuitas tercatat naik 12% dari 22,62 triliun pada akhir 2025, menjadi Rp 25,34 triliun pada 30 Juni 2026. Kemudian, belanja modal terealisasi sebesar Rp 1,09 triliun dengan mayoritas digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.

“Capaian tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, dengan tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai fondasi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan,” ujar Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menambahkan, pemulihan kinerja operasional, peningkatan penjualan ekspor menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan. Juga merespons dinamika pasar secara adaptif.

Baca Juga :   Inilah Jenis dan Batasan Natura yang Dikecualikan dari Objek PPh

Untuk selanjutnya, kata Eko, PTBA akan terus mengoptimalkan kinerja operasional, dan peluang pasar. Seluruh upaya itu dijalankan secara cermat, dan tepat sasaran.

“Dengan disiplin operasional dan pengelolaan bisnis yang prudent, Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Eko.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics