IKAPPI soal Harga Beras: Terkendali dan Bulog Perlu Fokus Atasi Masalah

0
375
Reporter: Rommy Yudhistira

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai harga beras yang masih relatif tinggi masih bisa dikendalikan. Dan harga beras yang tidak kunjung turun itu disebut sebagai kesalahan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) yang tidak meneyrap hasil panen pada awal tahun lalu.

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan menuturkan, kesalahan Bulog tersebut lantas mempengaruhi harga beras di pasaran. Kendati sudah mengimpor, pasokan beras di pasaran masih menjadi persoalan yang perlu dibenahi.

Menurut Reynaldi, kenaikan harga beras di atas harga eceran tertinggi (HET) dalam 2 bulan terakhir, membuat pemerintah mengambil upaya impor untuk memenuhi ketersediaan beras di pasaran. Di sisi lain, dampak kenaikan harga beras tersebut menyebabkan pedagang kesulitan untuk menjual, terlebih ditambah masuknya beras impor.

“Memang tidak bisa dipungkiri tidak bisa dihindari bahwa beras tetap di atas HET sampai panen raya akan terjadi,” kata Reynaldi dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Karena itu, kata Reynaldi, pihaknya memberikan beberapa catatan khususnya soal tugas dan kewenangand ari Bulog. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang diberikan tugas untuk menyelesaikan persoalan beras, Bulog harus menyelesaikan dengan sungguh-sungguh, sehingga persoalan beras ini dapat diatasi.

Baca Juga :   Ombudsman Sebut Pemerintah Belum Tindaklanjuti soal Tata Kelola CBP

“Tetapi memang faktanya Bulog tidak bisa menyelesaikan persoalan beras dengan baik, penyerapan nya tidak maksimal sehingga harganya relatif tinggi,” ujar Reynaldi.

Di sisi lain, kata Reynaldi, IKAPPI mengapresiasi langkah Bulog melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga dan stok beras. “Kami berharap Bulog dapat melaksanakan tugasnya untuk melakukan penyerapan terhadap beras petani di panen raya bulan depan,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog memastikan kedatangan dan ketersediaan beras untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di gudang PT Food Station Tjipinang Jasa.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, langkah yang dilakukan Bapanas dan Bulog, merupakan upaya untuk membanjiri seluruh pasar dengan beras Bulog.

“Hari Senin lalu Saya bersama Mendag (Zulkifli Hasan) dan Dirut Bulog (Budi Waseso) dipanggil Presiden, perintah Presiden agar mengisi seluruh pasar dengan Beras Bulog. Hari ini dibuktikan begitu bongkar kontainer kita langsung arahkan beras masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) lewat FS sebagai mitra dan operator Bulog dalam kegiatan SPHP beras,” kata Arief.

Baca Juga :   Dirut Bulog: Punya Stok Beras 1,6 Juta Ton

Masuknya beras Bulog ke gudang Food Station, kata Arief, untuk memangkas jalur distribusi yang ada. Upaya tersebut juga diharapkan dapat mempercepat jalur distribusi, sehingga beras dapat langsung didistribusikan ke Pasar Induk Beras Cipinang atau PIBC.

“Langkah ini diharapkan meningkatkan kuantitas SPHP di PIBC, dengan demikian dapat menekan harga beras di tingkat konsumen secara bertahap,” kata Arief.

 

Leave a reply

Iconomics