Industri Tekstil dan Garmen Sedang Lesu,  Trisula International Tbk (TRIS) Masih Mampu Cetak Laba

0
39

Trisula Grup yang dikendalikan oleh PT Trisula International Tbk (TRIS), perusahaan publik yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen meraih pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal ketiga tahun 2024, baik dari segi penjualan maupun laba bersih, di tengah kelesuhan industri tekstil dan garmen di Indonesia.

Pada pierode Januari-September 2024, TRIS mencatatkan penjualan Rp1,08 triliun, naik 4% Year on Year (Yoy) atau dibandingkan periode yang sama sebelumnya. 

Berkat operasional yang solid dan lebih efisien, lead time produksi yang optimal, ini menghasilkan kenaikan signifikan pada laba usaha menjadi Rp95,40 miliar, meningkat 19% YoY. 

Laba bersih TRIS pun mengalami kenaikan dua digit sebesar 16% YoY menjadi Rp62,23 miliar dari sebelumnya Rp53,77 miliar. 

Pada kuartal yang sama, hampir semua segmen bisnis TRIS mengalami kenaikan. 

Segmen manufaktur menjadi penyumbang terbesar terhadap penjualan Perseroan dengan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar Rp881,78 miliar, meningkat 5% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen seragam TRIS juga naik menjadi 15% YoY dengan total penjualan Rp111,22 miliar. 

Baca Juga :   Citi Indonesia Beberkan Dampak Terpilihnya Donald Trump ke Industri Tekstil hingga Pasar Keuangan Indonesia

Penjualan terbesar TRIS berasal dari pasar ekspor. TRIS memiliki cakupan pasar ekspor sekitar 60% ke negara-negara besar dengan ekspor terbesar ke negara Jepang, Australia, dan Selandia Baru. Meski secara YoY pada kuartal ini penjualan ekspor turun, namun secara QoQ penjualan ekspor TRIS meningkat 6% dari Rp220,6 miliar menjadi Rp233,4 miliar. 

Di sisi penjualan retailnya, TRIS juga  membukukan peningkatan penjualan sebesar 12%, dengan total Rp135,72 miliar dari periode sebelumnya Rp121,70 miliar. 

Sementara untuk pasar lokal baik QoQ maupun YoY terlihat adanya peningkatan. Penjualan lokal TRIS di kuartal ini mencapai Rp444,67 miliar, naik 18% YoY dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp376,53 miliar.

“Kami sadar bahwa industri tekstil dan garmen saat ini masih dalam kondisi tidak stabil dan penuh tantangan. Namun tantangan tersebut justru memperkuat semangat kami untuk memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan. Bahkan peningkatan penjualan kami membuktikan bahwa permintaan produk kami masih lebih baik dibandingkan industri sejenis yang sedang menurun.” kata Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.

Baca Juga :   Menkop Teten Ungkap Imbas Predatory Pricing Di Social Commerce

Di samping eratnya kerja sama antar seluruh anak usaha yang terintegrasi untuk memproduksi produk berkualitas tinggi, salah satu kunci keberhasilan TRIS dalam bertahan di industri yang challenging ini terletak pada fleksibilitas Perseroan dalam menerima pesanan. 

Menjelang akhir tahun 2024, dengan tercatatnya kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan, didukung integrasi anak usaha, Perseroan optimis mampu mempertahankan kinerja hingga akhir tahun untuk mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics