Kinerja 2025 Solid, Bank Jatim Bidik Pertumbuhan Laba Hingga 8% pada 2026

0
61

PT Bank Pembangunan Daerah Jaw Timur (Bank Jatim) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit, pendapatan bunga, serta ekspansi bisnis konsolidasi melalui sinergi kelompok usaha bank. Meski demikian, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika ekonomi global dengan menetapkan target pertumbuhan moderat pada 2026.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, kondisi makroekonomi yang relatif stabil menjadi fondasi kinerja perseroan. Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,11%, dengan inflasi terjaga di level 2,92% serta kebijakan moneter yang lebih longgar.

“Menutup tahun 2025, di tengah dinamisnya kondisi ekonomi di berbagai level, manajemen mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim,” ujar Winardi dalam paparan kinerja keuangan tahun 2025, Senin (30/3).

Strategi tersebut antara lain menjaga keseimbangan dalam pengelolaan dana pihak ketiga (DPK), dengan memperbesar rasio dana murah serta melakukan penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio pendanaan yang lebih stabil. Selain itu, penyaluran kredit dilakukan secara lebih selektif pada sektor-sektor prospektif, seiring dengan upaya memperdalam penetrasi bisnis kredit konsumer.

Manajemen juga menerapkan disiplin dalam pengelolaan pendapatan dan beban melalui efisiensi serta peningkatan transaksi digital guna mendorong pendapatan non-bunga. Di saat yang sama, kualitas aset tetap dijaga agar sesuai dengan risk appetite yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, untuk mendukung visi Bank Jatim, manajemen melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama, yaitu penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM sebagai aset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis dan optimalisasi sinergi bisnis dalam kelompok usaha bank.

Baca Juga :   Profil Singkat Komisaris Independen Bank Jatim yang Baru

Dalam mendukung kinerja bisnis, Bank Jatim ditopang oleh jaringan kantor yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, serta layanan digital yang memungkinkan nasabah bertransaksi kapan saja dan di mana saja.

Penggunaan layanan digital Bank Jatim, seperti JConnect Mobile, JConnect Internet Banking, QRIS, serta aplikasi pengajuan kredit Jatim Kilat, terus menunjukkan peningkatan dan menjadi motor penggerak bisnis, khususnya di segmen mikro.

Selain itu, untuk memperluas jangkauan layanan, Bank Jatim juga mengoptimalkan peran Agen Jatim di berbagai daerah yang memiliki potensi bisnis. Tidak hanya melayani transaksi perbankan, Agen Jatim juga berkontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit, terutama melalui skema referral.

“Total agen saat ini adalah sejumlah 14.842 agen,” ujarnya.

Laba Rugi: Pendapatan dan Laba Tumbuh

Secara konsolidasi, Bank Jatim membukukan pendapatan bunga sebesar Rp10,16 triliun atau tumbuh 22,64% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat Rp7,08 triliun, meningkat 25,9% yoy.

Kinerja intermediasi yang kuat turut mendorong laba sebelum pencadangan (pre-provision operating profit) menjadi Rp4,01 triliun, naik 36,5% yoy. Sementara itu, laba bersih konsolidasi mencapai Rp1,61 triliun atau tumbuh 24,8% yoy.

Baca Juga :   Susunan Direksi dan Komisaris Bank Jatim Terbaru

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,54 triliun, meningkat 20,58% yoy.

Pada entitas bank only, laba bersih juga tercatat Rp1,54 triliun atau naik sekitar 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun beban provisi meningkat signifikan sebagai langkah mitigasi risiko.

Dari sisi neraca, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi kredit dan konsolidasi kelompok usaha bank.

Penyaluran kredit konsolidasi tercatat sebesar Rp110,5 triliun, melonjak 46,65% yoy. Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp127,24 triliun atau tumbuh 41,36% yoy.

Untuk bank only, kredit tercatat Rp67,24 triliun atau tumbuh 4,98% yoy, dengan komposisi utama berasal dari segmen konsumer, mikro, dan ritel. DPK tumbuh terbatas 1,43% yoy, sementara ekuitas meningkat 9,15% menjadi Rp13,6 triliun.

Dari sisi likuiditas dan profitabilitas, Bank Jatim mencatatkan rasio yang relatif terjaga, antara lain net interest margin (NIM) di level 6,15%, loan to deposit ratio (LDR) sekitar 85,39%, serta return on equity (ROE) sebesar 13,35%.

Di tengah ekspansi kredit, kualitas aset mengalami tekanan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross naik menjadi 3,88% pada akhir 2025.

Sebagai langkah antisipatif, perseroan meningkatkan pencadangan (CKPN) sebesar 32,7% yoy menjadi Rp2,7 triliun, serta menjaga coverage ratio di atas 100%.

Baca Juga :   Dirut Bank Jambi Tolak PP tentang BUMD yang Mengatur BPD

Manajemen juga melakukan berbagai upaya penyehatan kredit, termasuk restrukturisasi sebesar Rp4,17 triliun, hapus buku Rp1,03 triliun, serta intensifikasi penagihan dan lelang agunan.

Pada 2025, Bank Jatim juga memperkuat posisi sebagai induk usaha dengan mengonsolidasikan sejumlah bank pembangunan daerah, antara lain Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank NTB Syariah.

Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi permodalan dan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis ke depan.

Bank Jatim memproyeksikan kinerja yang tetap tumbuh pada 2026 di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan geopolitik yang masih membayangi perekonomian nasional.

Perseroan menargetkan pertumbuhan aset di kisaran 3% hingga 5% dan  dana pihak ketiga (DPK) diproyeksikan meningkat sekitar 5% hingga 6% dan penyaluran kredit ditargetkan tumbuh di kisaran 6% hingga 8%.

Dari sisi profitabilitas, laba diperkirakan meningkat sekitar 7% hingga 8%.

Di sisi kualitas aset, Bank Jatim berkomitmen menjaga rasio pencadangan (coverage ratio) minimal 100%, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) diproyeksikan berada pada kisaran 3,2% hingga 3,4%.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics